Elon Musk Ingin Atur Diri Sendiri, Tolak Diregulasi Negara
Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk mengajak semua perusahaan AI untuk bekerja sama bertukar "model" untuk saling menguji produk sebelum dirilis ke publik. Pernyataan Musk muncul di tengah seruan dari berbagai pihak, termasuk bos perusahaan AI, untuk memperlambat pengembangan AI.
Perusahaan yang diajak Musk untuk berkolaborasi adalah perusahaan Amerika Serikat seperti Anthropic, Google, Meta, dan OpenAI serta 3-4 perusahaan terdepan asal China.
"Agar, daripada menilai sendiri pekerjaan Anda, kini pihak pesaing bisa menilainya dan memberikan peringatan jika ditemukan hal yang mencemaskan," kata Musk, seperti dikutip CNBC International, Rabu (16/9/2026).
Musk, CEO SpaceX yang kini menjadi induk dari xAI, mengakui ajakannya belum disambut oleh perusahaan AI lain. Di sisi lain, CEO Anthropic Dario Amodei menyarankan agar semua lab AI sepakat untuk diperiksa oleh "penguji teknologi pihak ketiga", terutama terkait keselamatan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump punya posisi yang berlawanan. Menurutnya, semua upaya untuk memperlambat pengembangan AI hanya memberikan China kesempatan untuk mengungguli AS.
Ketakutan Trump tersebut juga disinggung oleh Amodei, menyebutnya "dilema paling sulit."
Meskipun menyuarakan sistem untuk membatasi pengembangan AI, Musk menolak upaya pemerintah menyusun kebijakan atau aturan terkait AI. Misalnya, xAI melawan upaya negara bagian Minnesota untuk melarang aplikasi "pembuat gambar telanjang." Aturan di Minnesota adalah respons terhadap teknologi pembuat gambar Grok milik Musk yang sering digunakan untuk membuat konten porno deepfake, menggunakan suara dan wajah tanpa izin pemiliknya.
Seruan memperlambat pengembangan AI muncul menjelang pertemuan antara Trump dengan Presiden China Xi Jinping. AI diperkirakan salah satu topik utama dalam pertemuan antara kedua negara tersebut.
(dem/dem)