Grab Integrasi SAP, Laporan Biaya Kantor Lebih Mudah
Jakarta, CNBC Indonesia - Grab melalui Grab For Business resmi mengintegrasikan layanannya dengan Concur Expense milik SAP Concur. Kolaborasi ini dirancang untuk mempermudah perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara dalam mengelola perjalanan bisnis (business travel) serta pengeluaran karyawan secara otomatis.
Melalui integrasi tersebut, seluruh catatan transaksi perjalanan bisnis, pemesanan makanan, hingga layanan pengantaran yang dilakukan melalui fitur Work Profile di aplikasi Grab dapat langsung terhubung secara otomatis ke sistem Concur Expense.
Setiap transaksi yang memenuhi syarat akan langsung tercatat di Concur Expense, sehingga karyawan tidak perlu lagi memasukkan data pengeluaran secara manual (reimbursement). Di sisi lain, perusahaan dapat memantau arus kas serta mencocokkan pengeluaran tersebut dengan kebijakan perjalanan bisnis (travel policy) yang berlaku secara real-time.
Regional Head of Grab For Business, Valerie Khoo, menuturkan bahwa perjalanan bisnis tetap menjadi fondasi penting dalam operasional korporasi. Namun, manajemen perjalanan dan pencatatan biaya yang masih terfragmentasi seringkali menambah beban administratif.
"Perjalanan bisnis memiliki peran penting dalam membantu perusahaan memperkuat hubungan dengan pelanggan, menjangkau pasar baru, sekaligus menjaga kelancaran operasional sehari-hari. Namun, masih banyak perusahaan yang mengelola perjalanan dan pengeluaran melalui sistem yang terpisah-pisah," ujar Valerie dalam keterangan tertulis yang diterima CNBC Indonesia, Selasa (15/9/2026).
"Bersama SAP Concur, kami dapat menghubungkan mobilitas bisnis dengan pengelolaan pengeluaran dalam satu proses yang lebih terintegrasi, sehingga perusahaan dapat mengotomatisasi pelaporan biaya sekaligus memperoleh visibilitas dan kontrol yang lebih baik atas pengeluaran perjalanan bisnis," lanjutnya.
Lonjakan Perjalanan Bisnis di Asia Pasifik
Langkah integrasi ini diambil di tengah tren kebangkitan perjalanan bisnis di kawasan Asia Pasifik. Berdasarkan proyeksi Global Business Travel Association (GBTA), total pengeluaran untuk perjalanan bisnis di kawasan ini diproyeksikan menembus US$700,9 miliar sepanjang 2026. Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan paling agresif, di mana nilai perjalanan bisnis diprediksi melonjak hingga 12,6%.
Pertumbuhan tersebut tentu menuntut standar pengawasan yang lebih ketat. Faktanya, sebagian besar pengeluaran operasional di lapangan-seperti transportasi darat dan konsumsi-masih kerap diproses secara manual.
Riset gabungan Grab For Business dan GBTA mencatat sejumlah temuan menarik:
- 95% pelaku perjalanan bisnis di Asia Tenggara menggunakan layanan ride-hailing (seperti Grab) untuk keperluan kantor.
- Namun, hanya 58% perusahaan yang memiliki mekanisme khusus untuk mengatur penggunaan layanan tersebut.
- Sebanyak 57% karyawan kerap menunda pengajuan klaim biaya (reimbursement) lantaran menganggap prosesnya melelahkan secara administratif.
- Hampir separuh responden mengaku membutuhkan waktu lebih dari 20 menit hanya untuk merampungkan satu berkas laporan pengeluaran.
Dengan hadirnya jembatan data antara Grab For Business dan Concur Expense, seluruh riwayat transaksi akan tersinkronisasi secara instan. Karyawan bebas dari repotnya ketik ulang data, sementara pihak manajemen mendapat kendali penuh atas transparansi finansial perusahaan.
Saat ini, integrasi Grab For Business dengan SAP Concur sudah bisa diakses melalui SAP Concur App Center bagi seluruh pelanggan korporat di kawasan Asia Tenggara.
(fab/fab)