Jangan Sampai Kena Scam, Kenali Call Center Resmi Bank Woori Saudara

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
14 September 2026 16:24
Bank Woori Saudara
Foto: Dok: Bank Woori Saudara

Jakarta, CNBC Indonesia - Modus penipuan yang mengatasnamakan perbankan semakin beragam. Salah satunya dilakukan menggunakan nomor call center palsu untuk memperoleh data pribadi dan informasi perbankan nasabah.

Nomor palsu tersebut sering kali dicantumkan dalam situs web, akun media sosial, iklan, unggahan, atau kolom komentar, sehingga hasil pencarian internet sekilas tampak sebagai layanan resmi. Pelaku juga dapat menggunakan nama, logo, dan identitas visual bank untuk meyakinkan calon korban.

Partnership and Retail Investor Specialist Henan Putihrai Sekuritas, Rifqi Ramadhan, mengatakan masyarakat tidak boleh langsung menganggap nomor yang muncul di internet sebagai kontak resmi suatu bank. Pelaku kejahatan digital dapat membuat situs atau akun media sosial tiruan, sekaligus menyebarkan nomor palsu melalui berbagai kanal agar mudah ditemukan calon korban.

"Nasabah perlu melakukan verifikasi silang melalui situs dan kanal resmi bank. Jangan pernah memberikan PIN, password, OTP, CVV, atau informasi rahasia lainnya kepada pihak yang mengaku sebagai petugas bank, sekalipun mereka mengetahui sebagian data pribadi nasabah," ujar Rifqi dikutip dari keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, ciri lain yang perlu diwaspadai adalah komunikasi bernada mendesak. Pelaku biasanya menimbulkan kepanikan dengan menyampaikan adanya transaksi mencurigakan, pemblokiran rekening, atau pembaruan data yang harus segera dilakukan. Modus serupa juga dapat menggunakan iming-iming hadiah maupun pengembalian dana.

Di tengah maraknya modus tersebut, Bank Woori Saudara (BWS) mengingatkan nasabah untuk memastikan setiap informasi dan komunikasi benar-benar berasal dari kanal resmi. Layanan BWS dapat diakses melalui BWS Call 1500-012 dan email [email protected]. Informasi resmi mengenai produk dan layanan BWS juga tersedia melalui situs resmi.

Nasabah disarankan tidak langsung menghubungi nomor layanan pelanggan yang ditemukan melalui situs, media sosial, iklan, atau unggahan dari sumber yang belum terverifikasi. Nasabah juga perlu menghindari tautan mencurigakan, aplikasi dari sumber tidak resmi, permintaan berbagi layar ponsel, serta instruksi transfer dari pihak yang tidak dikenal.

Edukasi mengenai kanal komunikasi resmi menjadi bagian dari upaya BWS untuk meningkatkan kesadaran dan keamanan nasabah. Jika menemukan komunikasi atau nomor mencurigakan yang mengatasnamakan BWS, nasabah diimbau menghentikan interaksi, menyimpan bukti, dan segera melakukan konfirmasi melalui kanal resmi perseroan.

"Ketika menerima informasi yang menimbulkan kepanikan atau meminta data rahasia, jangan terburu-buru mengikuti instruksi. Hentikan komunikasi dan hubungi bank melalui nomor yang tercantum pada kanal resminya," kata Rifqi.

 

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Hati-Hati! Scam Iklan Mirip 'Apple', Bisa Sedot Aset Kripto


Most Popular
Features