iPhone Lipat Pertama Jadi Sorotan, Penentuan Nasib Apple
Jakarta, CNBC Indonesia - Apple bersiap memasuki babak baru di pasar ponsel pintar dengan meluncurkan iPhone lipat pertamanya. Produk ini diperkirakan menjadi bintang utama dalam agenda peluncuran Apple sekaligus menjadi ujian penting bagi CEO baru John Ternus.
Wall Street sendiri menanti kemampuan Ternus menunjukkan bahwa Apple masih mampu menghadirkan terobosan sekaligus membuktikan Siri dapat bersaing dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI).
Perangkat ini diprediksi dibanderol lebih dari US$2.500 atau sekitar Rp43 juta, tetapi analis menilai harganya tidak akan menghambat minat konsumen.
Analis IDC Nabila Popal bahkan memperkirakan iPhone lipat dapat menghasilkan lebih dari US$45 miliar (Rp789 triliun) pendapatan bagi Apple hingga akhir 2027.
"Bahkan dengan harga US$2.500, iPhone lipat Apple akan laris, terutama karena Apple sangat piawai menciptakan aura eksklusivitas, kemewahan, dan kelangkaan," kata Popal, dikutip dari Reuters, Rabu (9/9/2026).
Apple dinilai memiliki keunggulan karena masuk belakangan sehingga dapat mempelajari teknologi ponsel lipat Samsung, Google, dan Huawei, terutama terkait ketahanan engsel dan minimnya bekas lipatan layar.
Di sisi lain, CEO baru John Ternus juga menghadapi ujian besar lewat pembaruan Siri. Apple berharap perombakan Siri, yang sebagian memanfaatkan teknologi AI Google, dapat membantu perusahaan mengejar Google Gemini dan pesaing AI lainnya.
"Jika Siri masih buruk, dia akan menghadapi hari Rabu yang jauh lebih sulit. Sekarang mereka dapat dengan nyaman mengatakan Siri sudah berfungsi dan memiliki nilai, tetapi mereka harus terus mengembangkan dan membuatnya lebih baik serta mengejar ketertinggalan," kata Carolina Milanesi dari Creative Strategies.
Namun, Apple masih menghadapi tantangan regulasi. Pembaruan Siri diperkirakan baru bisa mendapat persetujuan di China pada 2028 dan belum tersedia di Eropa karena sengketa regulasi.
Dengan begitu, iPhone lipat dan Siri menjadi dua pertaruhan penting bagi Ternus untuk membuktikan apakah Apple masih mampu menciptakan terobosan hardware sekaligus mengejar ketertinggalan dalam perlombaan AI.
(fab/fab)