Abu Krakatau Setinggi 15.000 Kaki Hantam Banten, Cek Peringatan BMKG

Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 11:32 WIB
Foto: via REUTERS/CSU/CIRA & JMA/JAXA

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Api Anak Krakatau terpantau semakin meluas hingga menjangkau sejumlah wilayah. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama PVMBG dan VAAC Darwin per Senin (7/9/2026) pukul 07.00 WIB, terdeteksi adanya dua klaster utama sebaran material vulkanik di ruang udara.

Klaster pertama berada pada ketinggian hingga 15.000 kaki (4,5 kilometer) yang bergerak ke arah Tenggara-Barat Laut, mencakup wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu, hingga perairan Banten. Sementara itu, klaster kedua membumbung hingga ketinggian ekstrem 50.000 kaki (15,2 kilometer) dan bergerak ke arah Barat Daya-Barat, menjauhi wilayah Indonesia melewati Samudra Hindia.

Perpanjangan Penutupan 7 Bandara

Dampak signifikan dari sebaran abu vulkanik ini kembali memaksa otoritas memperpanjang penutupan sementara operasional penerbangan di sejumlah bandara utama. Berikut


perbaruan jadwal penutupan bandara hingga Senin (7/9/2026) pukul 18.00 WIB:

  • Bandara Soekarno-Hatta (CGK): Ditutup sejak 6 September 2026 pukul 02.08 WIB hingga 7 September 2026 pukul 18.00 WIB.

  • Bandara Halim Perdanakusuma (HLP): Ditutup sejak 6 September 2026 pukul 07.20 WIB hingga 7 September 2026 pukul 18.00 WIB.

  • Bandara Radin Inten II Lampung (TKG): Ditutup sejak 6 September 2026 pukul 04.18 WIB hingga 7 September 2026 pukul 18.00 WIB.

  • Bandara Husein Sastranegara (BDO): Ditutup sejak 6 September 2026 pukul 12.07 WIB hingga 7 September 2026 pukul 18.00 WIB.

  • Bandara Budiarto Curug (RTO): Ditutup sejak 6 September 2026 pukul 06.48 WIB hingga 7 September 2026 pukul 18.00 WIB.

  • Bandara Pondok Cabe (PCB): Ditutup sejak 6 September 2026 pukul 10.05 WIB hingga 7 September 2026 pukul 18.00 WIB.

  • Bandara Taufik Kiemas (TFY): Ditutup sejak 6 September 2026 pukul 11.30 WIB hingga 7 September 2026 pukul 18.00 WIB.

BMKG sendiri secara berkala telah merilis peringatan dini cuaca berbahaya bagi keselamatan penerbangan (Significant Meteorological Information / SIGMET) sejak erupsi pertama terjadi pada Jumat (4/9/2026) malam lalu.

Imbauan Resmi untuk Masyarakat

Menyikapi perkembangan situasi darurat ini, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar pesisir Selat Sunda, untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta agar:

  • Mengikuti perkembangan informasi secara berkala melalui sumber-sumber resmi.

  • Tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

  • Senantiasa mematuhi arahan dan instruksi penanganan dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, serta pemerintah daerah setempat.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Gak Cuma Dari Telkomsel, Ini Sumber Cuan Baru Telkom Group