Anak Krakatau hingga Semeru Erupsi Bersamaan, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia — Aktivitas vulkanik di Indonesia kembali menjadi sorotan. Sejumlah gunung api mengalami erupsi dalam waktu berdekatan, mulai dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, hingga Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur.
Fenomena tersebut kembali memunculkan pertanyaan: apakah erupsi sejumlah gunung api dalam waktu yang berdekatan memiliki hubungan satu sama lain?
Fenomena gunung api yang erupsi secara bersamaan sebenarnya bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Pada April 2020, enam gunung api, yakni Kerinci, Anak Krakatau, Merapi, Semeru, Ibu dan Dukono, juga tercatat mengalami aktivitas vulkanik dalam waktu relatif bersamaan.
Saat itu, ahli vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrahman menjelaskan bahwa terdapat beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan gunung api mengalami aktivitas pada waktu yang berdekatan.
Kemungkinan pertama, gunung-gunung tersebut berada pada busur atau sistem tektonik yang berbeda. Dalam kondisi tersebut, kesamaan waktu erupsi dapat terjadi tanpa adanya hubungan langsung antara satu gunung dengan gunung lainnya.
"Analogi sederhananya seperti saat saya makan, tetangga saya makan dan Anda juga makan, ya kebetulan pas jam makan siangnya sama," jelas Mirzam, mengutip situs resmi ITB, Minggu (6/9/2026).
Indonesia sendiri memiliki beberapa busur gunung api, di antaranya Busur Sunda, Banda, Halmahera, dan Celebes-Sangihe. Gunung api yang berada di busur berbeda memiliki sistem dan kondisi geologi masing-masing.
Namun, apabila gunung api berada pada busur yang sama, menurut Mirzam, terdapat kemungkinan adanya faktor tektonik yang sama-sama memengaruhi aktivitas vulkanik. Kendati demikian, hal tersebut tidak serta-merta berarti satu gunung memicu gunung lainnya.
Penjelasan tersebut relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Gunung Anak Krakatau, Sinabung, Semeru dan Lewotobi Laki-laki berada di wilayah yang berbeda dan memiliki karakteristik sistem vulkanik masing-masing.
Dengan banyaknya gunung api aktif di Indonesia, aktivitas vulkanik yang terjadi dalam waktu berdekatan bukan merupakan sesuatu yang mustahil.
Indonesia diketahui berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Kondisi geologis tersebut membuat wilayah Indonesia memiliki banyak gunung api aktif.
Oleh karena itu, ketika beberapa gunung api mengalami erupsi dalam periode yang sama, fenomena tersebut tidak secara otomatis menunjukkan adanya satu pemicu yang membuat seluruh gunung tersebut meletus.
Hal terpenting adalah melihat aktivitas masing-masing gunung berdasarkan data pemantauan. Perubahan kegempaan, deformasi tubuh gunung, kondisi kawah, hingga aktivitas erupsi menjadi sejumlah indikator yang digunakan untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik.
Fenomena erupsi yang terjadi secara bersamaan dengan demikian lebih tepat dilihat sebagai bagian dari dinamika gunung api Indonesia yang memang sangat aktif, ketimbang langsung dikaitkan dengan adanya satu pemicu yang sama.
Terlebih, setiap gunung api memiliki sistem magma dan kondisi vulkanik tersendiri. Aktivitas satu gunung tidak dapat serta-merta dijadikan indikator bahwa gunung lain akan mengalami erupsi.
(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]