CEO Beberkan Rencana Telkom 5 Tahun Ke Depan, Siap Genjot AI

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
04 September 2026 14:35
Pembukaan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua Bali, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
Foto: Pembukaan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua Bali, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

Nusa Dua, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. memiliki rencana tranformasi bernama Telkom 30. Agenda jangka menengah selama lima tahun ini menyiapkan empat pilar untuk dijalankan.

Pertama adalah operational excellence, agar sebagai korporasi bisa lebih agile, efisien, dan memiliki tata kelola yang lebih baik. Berikutnya adalah streamlining, untuk memangkas anak perusahaan agar lebih fokus pada bisnis yang dijalankan ileh Telkom.

"Sehingga fokus dari bisnis kami itu bisa diarahkan ke tempat yang memang matters bagi Telkom, ya ke area yang memang merupakan core strength-nya Telkom. Sehingga dari sisi capex maupun opex itu bisa jauh lebih berdaya guna," kata Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV.

Berikutnya adalah unlocked value, untuk memaksimalkan keberadaan infrastruktur yang dimiliki. Baik dari segi tower, fiber, hingga data center.

Terakhir adalah modus operandi shift, yakni Telkom ingin berubah dari operational holding menjadi strategic holding. Dengan begitu bisa lebih efektif dan efisien, serta memiliki laporan keuangan yang mudah dibaca investor.

"Sehingga fokus dari bisnis kami itu bisa diarahkan ke tempat yang memang matters bagi Telkom, ya ke area yang memang merupakan core strength -nya Telkom. Sehingga dari sisi ee CapEx maupun OpEx itu bisa jauh lebih berdaya guna," kata Dian.

Telkom Siap Garap AI

Dalam kesempatan itu, Dian juga menjelaskan pihaknya yang siap berfokus pada teknologi AI. Salah satunya melalui data center yang telah AI Ready.

Terdapat perbedaan data center yang dibangun 10 tahun lalu dan saat ini. Sekarang data center dibangun bukan hanya kapasitasnya namun juga memiliki koneksi dan listrik yang baik.

"Tapi kita tuh harus memang punya data center itu yang benar-benar well connected , yang konektivitas ke data center itu latensinya bagus, resilient, dan sebagainya, gitu ya. Kemudian juga kebutuhan untuk power-nya itu juga menjadi sangat tinggi ya. Jadi yang pertama adalah fokusnya adalah pembangunan pusat data yang siap AI," jelasnya.

Fokus berikutnya melalui fiber optic. Bukan lagi hanya menghubungkan satu tempat ke tempat lain, tapi memenuhi kebutuhan aplikasi AI yang membutuhkan latensi rendah dan juga ketahanan.

"Sehingga fiber optik itu, kalau dulu mungkin kita cukup misalnya untuk dari satu titik ke titik lain tuh cukup satu dan plus backup -nya satu, sekarang ini bisa backup -nya tuh empat. Ya, jadi bisa untuk link yang sama itu kita punya backup lebih dari tiga, ya, bisa empat, bisa lima, seperti itu," jelasnya.

"Jadi, harus dipikir berpikir secara secara benar bagaimana supaya si fiber optik ini tadi juga mendukung kebutuhan data center," dia menambahkan.

Terakhir adalah kabel bawah laut. Di tengah kehidupan tanpa batas ini, Indonesia perlu terhubung dengan dunia luar melalui kabel bawah laut.

Telkom sendiri, Dian menjelaskan sudah memiliki banyak ruas kabel yang terhubung ke semua benua. Jadi akan menghubungkan Indonesia dengan benua, begitu juga sebaliknya.

"Dan ini bukan bicara hanya mengenai Telkom Group, tapi bagaimana mengkoneksikan Indonesia ke seluruh dunia," dia menuturkan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Petani Tolak Uang Rp 472 Miliar, Tak Sudi Lahan Dibangun Data Center


Most Popular
Features