Tak Kuat Digaji Rp 200 Juta, Pilih Berkebun Penghasilan Rp 26.300

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Kamis, 03/09/2026 17:50 WIB
Foto: Jagung Pipilan. (Dok. magnific)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang engineer Huawei rela meninggalkan pekerjaannya itu dan gaji mencapai US$140 ribu (Rp 2,5 miliar) per tahun. Ning Boyu, peneliti tersebut, memilih untuk menjadi petani jagung di kebun keluarganya.

Gajinya yang berkisah Rp 200 juta per bulan itu menjadikannya sebagai salah satu kelompok penerima penghasilan tertinggi dalam program Genius Youth. Ning terpilih menjadi periset utama setelah mengikuti program tersebut pada 2023 lalu.

Tiga tahun berlalu, dia memilih untuk menggarap kebun keluarganya di kampung halaman di Shadong, Provinsi Hunan. Penghasilannya jelas jauh berbeda dari pekerjaannya di Huawei.


Mengutip VN Express, Ning hanya mengantongi 10 yuan (Rp 26.300) pada hari pertamanya.

Dia beralasan pilihannya itu terkait tekanan kerja. Peranannya di Huawei menuntutnya melakukan penelitian jangka panjang dan membuatnya merasa terisolasi. Pekerjaannya itu berbeda dengan kolega lainnya, yang mengerjakan proyek dengan hasil lebih jelas dan nyata.

Tekanan lainnya yang dirasakan adalah gelar Top Minds yang disandangnya. Menurutnya, dia belum masuk dalam karyawan yang menonjol dalam kemampuan teknis atau kecerdasan, sehingga mempertanyakan apakah dirinya pantas dengan label tersebut.

Selain itu, dia khawatir hasil penelitian tidak menghasilkan nilai komersial untuk perusahaan. Ning pun memperhatikan adanya kesenjangan antara peneliti akademis dan kebutuhan praktis industri.

Setelah bekerja sebagai petani, dia mengaku mendapatkan pengalaman baru. Ning juga mendapatkan aspirasi pada tantangan yang dihadapi orang lain.

Meski begitu, pekerjaannya sebagai petani hanya bersifat sementara. Dia akan melanjutkan kuliah setelah mendapatkan beasiswa post-doctoral dari Marie Curie.

Ning juga akan melakukan penelitian di KTH Royal Institute of Technology di Swedia.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Peran Teknologi Sistem Pendingin Perkuat Keandalan Data Center