Produk Gagal Buatan Nintendo yang Sering Dilupakan oleh Gamer

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Kamis, 03/09/2026 20:20 WIB
Foto: (Dok. nintendo.fandom.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nintendo dikenal sebagai raksasa teknologi pembuat konsol. Namun tak banyak yang tahu ada satu produk yang tidak laku dijual.

Beberapa di antaranya adalah GameCube atau Wii U. Konsol terakhir disebut menawarkan banyak game namun sayangnya tidak dipasarkan dengan baik.

Namun satu nama lagi yang menjadi penjualan terburuk sepanjang masa Nintendo. Virtual Boy yang muncul pertengahan tahun 1990-an hanya berumur pendek dan terjual sangat sedikit saja.


Virtual Boy dijual di Amerika Utara pada Agustus 1995. Kemudian dirilis di Jepang tak lama kemudian.

Peluncuran saat itu terjadi sebelum Nintendo 64 atau Game Boy Pocket dari 1996. Sebelum Virtual Boy, Nintendo hanya merilis SNES tahun 1991.

Tak butuh waktu lama, Nintendo melaporkan konsolnya hanya terjual 770 ribu pada Juni 1996. Ini menjadi konsol keluaran perusahaan terburuk hingga saat ini, Wii U yang bertengger setelahnya, bahkan masih bisa menjual 13,6 juta unit.

Mengutip Engadget, Virtual Boy memiliki desain yang tidak biasa. Produk memiliki binokular dengan jendela bidik dengan penyangga.

Terdapat fitur unggulan visual tiga dimensi, 3D stereoskopik untuk menampilkan gambar yang berbeda untuk menciptakan ilusi 3D.

Dari segi penggambaran, produk ini mengesankan. Namun ternyata banyak masalah dari produk tersebut.

Penggunaannya tidak membuat nyaman. Karena pemain harus membungkuk saat meletakkan penyangga di atas meja.

Tali pengikat mungkin bisa membantu, namun Nintendo tak pernah merilisnya. Pemain hanya bisa bermain di satu tempat, bahkan dalam keadaan bergerak seperti di mobil tidak bisa dilakukan.

Engadget juga menyebut desain tombol keypad membuat orang lupa letaknya karena tidak bisa dilihat dengan mudah.

Virtual Boy juga bukan permainan untuk banyak orang. Perangkat hanya bisa digunakan satu orang dan tidak terhubung dengan orang sekitar Anda.

Soal layar pun bermasalah. Hanya ada dua warna yang terlihat hitam dan merah, yang membuat sakit kepala karena terlalu dekat dengan mata.

Sementara Nintendo enggan merilis produk dalam warna penuh, dengan alasan lebih banyak warna akan membuatnya produksinya terlalu mahal.

Dari segi game juga terbatas. Hanya genre seperti olahraga, arkade dan teka-teki, serta tidak ada game terkenal seperti Zelda, Metroid dan Kirby.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Peran Teknologi Sistem Pendingin Perkuat Keandalan Data Center