Temuan Baru Ralat Teori Dunia Tercipta yang Selama Ini Dipercaya
Jakarta, CNBC Indonesia - Peneliti mengungkap fakta baru tentang awal terbentuknya planet setelah ledakan Big Bang. Dunia berbatu seperti Bumi ternyata secara teori sudah bisa mulai terbentuk hanya sekitar 100 juta tahun setelah Big Bang, jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Selama ini, ilmuwan memperkirakan pembentukan planet membutuhkan waktu jauh lebih lama dan baru berlangsung secara signifikan beberapa miliar tahun setelah sejarah kosmik dimulai.
Penelitian University of Portsmouth menggunakan simulasi untuk melihat kondisi alam semesta awal. Hasilnya menunjukkan bintang-bintang pertama yang sangat masif dapat meledak sebagai supernova Pop III, menyebarkan unsur berat seperti karbon, oksigen, dan besi ke ruang angkasa. Unsur-unsur tersebut menjadi bahan penting pembentuk planet.
Salah satu ledakan paling kuat, pair-instability supernova, bahkan bisa menyebarkan unsur berat dengan massa lebih dari 100 kali Matahari. Material itu kemudian membentuk cakram di sekitar bintang muda yang menjadi tempat terbentuknya calon planet.
Dalam simulasi, peneliti menemukan cakram di sekitar bintang yang massanya sekitar 70% Matahari. Cakram tersebut memiliki material padat yang cukup untuk membentuk beberapa massa Bumi.
Yang lebih mengejutkan, cakram itu juga mengandung air dalam jumlah signifikan. Kondisi tersebut menunjukkan planet yang terbentuk pada masa awal alam semesta mungkin sudah memiliki salah satu bahan penting bagi kehidupan.
Daniel Whalen dari University of Portsmouth mengatakan temuan ini menunjukkan cikal bakal planet terestrial bisa muncul hanya 100 juta tahun setelah Big Bang.
"Temuan kami menunjukkan bahwa kondisi untuk pembentukan planet mungkin sudah ada jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Jika demikian, muncul pertanyaan menarik: mungkinkah dunia yang berpotensi layak huni juga muncul jauh lebih awal dalam sejarah alam semesta?"," ujarnya dikutip dari Science Daily, Selasa (1/9/2026).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa planet berbatu, bahkan dunia yang memiliki sejumlah bahan yang berkaitan dengan kelayakhunian, mungkin sudah memungkinkan terbentuk jauh lebih awal dalam sejarah kosmik.
Penelitian tersebut dipublikasikan dalam The Astrophysical Letters Journal.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]