Mafia Kelas Kakap Ditangkap Polisi, Ternyata Bocah 21 Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Operasi senyap lintas benua akhirnya membuahkan hasil. Kepolisian Federal Australia (AFP) dengan dukungan penuh dari biro investigasi AS, FBI, sukses membekuk dua pria muda yang diduga kuat sebagai dalang di balik sindikat kejahatan siber berbahaya, TeamPCP.
Meskipun kota Perth dikenal sebagai salah satu wilayah metropolitan paling terpencil di dunia, jarak tampaknya bukan halangan bagi penegak hukum untuk meringkus para pelaku kejahatan siber. Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Rabu (26/8) di lokasi terpisah di kawasan pinggiran Perth, aparat berhasil mengamankan dua tersangka utama yang masing-masing berusia 21 dan 23 tahun.
Identitas salah satu hacker yang dicokok diungkap langsung oleh FBI lewat akun Facebook mereka, yakni Ruben Thomson yang disebut-sebut sebagai pemimpin kelompok peretasan TeamPCP. Sementara itu, media lokal Australia mengidentifikasi satu tersangka lainnya sebagai Louis Michael Gaebler (23). Berdasarkan keterangan AFP, kedua pemuda ini merupakan aktor intelektual yang mengotaki seluruh aktivitas sindikat dan menerima aliran dana ilegal dalam bentuk mata uang kripto.
Aksi penangkapan ini menandai babak penting setelah perburuan yang dimulai sejak April 2026 lalu, menyusul laporan dari berbagai perusahaan keamanan siber terkait masifnya serangan rantai pasokan (supply chain attack). Sindikat ini diketahui tega menyusupkan kode berbahaya ke dalam software open-source yang kemudian tanpa sadar diunduh oleh ribuan pengembang lain.
Tak tanggung-tanggung, melalui pengumuman penangkapan bertajuk "We cuffed 'em!", AFP membeberkan bahwa ulah kedua hacker tersebut telah membahayakan lebih dari 1.000 organisasi di seluruh dunia, mencuri lebih dari 500.000 kredensial, serta menyedot data hingga lebih dari 300 gigabita. Kerugian global yang harus ditanggung akibat kekacauan ini pun ditaksir mencapai ratusan juta dolar.
Dalam operasi tersebut, aparat turut menyita segudang perangkat elektronik milik kedua tersangka untuk diinvestigasi lebih lanjut melalui uji forensik digital. Dengan masih digeledahnya properti ketiga di sekitar wilayah tersebut, pihak kepolisian memastikan bahwa penyelidikan belum usai dan potensi penambahan tersangka baru masih sangat terbuka lebar.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]