Memori HP Android Penuh, Google Kasih Solusi Baru Tanpa Hapus Aplikasi

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Jumat, 28/08/2026 19:40 WIB
Foto: Sejumlah anak memainkan ponsel mereka sesuai pulang sekolah di Jakarta, Senin (30/3/2026). Pemerintah resmi melarang anak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial mulai 28 Maret 2026 berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, yang merupakan turunan dari PP Tunas. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masalah memori ponsel penuh akan segera terselesaikan. Persyaratan terbaru Google mewajibkan pengembang aplikasi Android untuk berfokus pada pengurangan penggunaan pada memori aplikasi.

Kewajiban tersebut jadi salah satu syarat yang diumumkan Google di tengah masalah kekurangan memori chip karena perkembangan pusat data AI yang kian masif.


Google menetapkan ambang batas kinerja baru pada sejumlah area. Mulai dari penggunaan memori dinamis dan penggunaan bitmap, dikutip dari Tech Crunch, Jumat (28/8/2026).

Syarat lainnya adalah pengoptimalan kode untuk mencegah hal seperti perlambatan dan kerusakan aplikasi karena kinerja.

Raksasa teknologi juga menyiapkan berbagai alat untuk pengembang memenuhi persyaratan. Misalnya memberi peringatan saat aplikasi yang dibuat telah melampaui ambang batas baru, jika ini terjadi maka mereka perlu mengambil tindakan.

Lebih banyak alat diagnostik yang akan dihadirkan akhir tahun 2026. Salah satunya fitur Pembatas Memori untuk mencegah aplikasi mengonsumsi lebih banyak memori perangkat.

Persyaratan terbaru ini diumumkan Google dengan tujuan membantu pembuat aplikasi dan game Android bisa memberikan pengalaman berkualitas. Selain itu dapat mencerminkan pasar memori yang mungkin tersedia secara luas, khususnya perangkat kelas bawah saat harga menjadi pertimbangan.

Ambang batas baru ini harus dilakukan pengembang hingga Februari 2027 mendatang.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kebutuhan Data Melonjak Era AI, RI Butuh WiFi Yang Cepat-Stabil