Alasan Oarfish yang Ditemukan di Pantai Pink NTT Disebut Ikan Kiamat
Jakarta, CNBC Indonesia - Belum lama ini, ikan tersebut ditemukan di Pantai Pink dan menghebohkan warga Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Mengutip Detik.com, Oarfish yang ditemukan memiliki panjang empat meter. Video yang diunggah di media sosial juga langsung viral dan menuai perhatian banyak pengguna.
Sementara itu, ikan Oarfish kerap disebut sebagai ikan kiamat. Kemunculannya sering dikaitkan dengan bencana.
Laman IPB menuliskan Oarfish dikaitkan dengan ramalan gempa Bumi karena menjadi bagian dari legenda di Jepang. Cerita rakyat negara tersebut menyebutkan ikan sebagai utusan dari Istana Dewa Laut dan menjadi penanda gempa dan tsunami saat terdampar di pantai.
Ikan ini hidup jauh di pedalaman air laut. Yakni mencapai sekitar 1.000 meter.
Ikan-ikan yang berada di sana disebut Peneliti gempa bumi di organisasi nirlaba e-PISCO, Kiyoshi Wadatsumi lebih sensitif pada pergerakan patahan aktif dibandingkan yang berada di permukaan.
Sementara itu, Oarfish sendiri merupakan bagian dari famili Regalecidae dan pertama kali tercatat pada 1772. Biasanya spesies ini akan ditemukan di lautan dengan iklim sedang hingga tropis.
Famili ikan tersebut memiliki tiga spesies dalam dua generasi. Salah satunya oarfish raksasa atau Regalecus glesne, yakni ikan dengan tulang terpanjang hingga 11 meter.
Oarfish juga tercatat sebagai ikan terpanjang di dunia. Salah satunya bisa mencapai 17 meter dengan berat 270 kg.
Terkait makanan, Oarfish mengonsumsi plankton kecil. Ikan ini tidak memiliki gigi dengan struktur yang disebut sebagai penyapu insang untuk makan organisme kecil.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]