HP China Sudah Ditinggalkan, Cek Daftar 10 HP Paling Laku di 2026

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 27/08/2026 17:25 WIB
Foto: Suasana pedagang di ITC Kuningan di Jakarta, Selasa (2/6/2026). (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah krisis kelangkaan chip memori yang menghantam industri HP, Samsung dan Apple masih kokoh menguasai pasar. Berdasarkan data terbaru dari Counterpoint Research untuk Kuartal II (Q2) 2026, lini iPhone 17 besutan Apple sukses memantapkan posisi sebagai smartphone terlaris di dunia dengan menguasai 6% dari total penjualan unit global.

Kesuksesan tersebut makin sempurna karena model iPhone 17 Pro dan Pro Max mengekor tepat di belakangnya, memastikan Apple menyapu bersih tiga posisi teratas jajaran ponsel terlaris di Q2 2026. 

Fenomena sebaliknya dialami industri HP asal China yang makin tergencet. Pada Q2 2025, masih ada satu model HP China yang masuk jejeran 'Top 10' HP paling laris, yakni Redmi 14C 4G. Namun, pada Q2 2026, tak ada satu pun model HP China yang terlihat. 


Semua daftar didominasi model-model HP buatan Apple dan Samsung. Dalam laporan Counterpoint sebelumnya, kedua pabrikan ini memang menduduki posisi teratas sebagai perusahaan HP dengan pangsa pasar global terbesar di Q2 2026. 

Samsung bertengger di posisi pertama dengan menguasai pangsa pasar 24%, meningkat dari sebelumnya 20% pada Q2 2025. Kemudian Apple berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 20%, meningkat dari sebelumnya 17% di Q2 2025.

Sementara itu, tiga merek HP China (Xiaomi, Vivo, Oppo), menempati posisi ketiga, keempat, dan kelima secara berurutan. Ketiganya membukukan pangsa pasar yang menurun. Hal ini turut menekan kinerja industri HP keseluruhan di Q2 2026 dengan pengiriman anjlok 11% YoY. 

Grafik 10 HP paling laku Q2 2026. (Dok. Counterpoint) Foto: Grafik 10 HP paling laku Q2 2026. (Dok. Counterpoint)

Strategi Apple Pikat Konsumen

Kinerja moncer Apple sejatinya sudah diprediksi jauh-jauh hari. iPhone 17 dinilai sebagai model non-Pro terbaik yang pernah dilahirkan Apple, berkat langkah strategis perusahaan membenamkan berbagai peningkatan spesifikasi untuk memangkas jurang pemisah dengan lini Pro.

Di sisi lain, lini Pro dan Pro Max mendongkrak volume penjualan lewat program tukar tambah (trade-in), promo menarik, hingga opsi pembiayaan yang membuat banderol harga premiumnya terasa lebih ramah di kantong.

Tren kenaikan harga smartphone secara keseluruhan justru secara tidak langsung mendorong lebih banyak pembeli untuk melirik opsi kelas atas. Tak ketinggalan, iPhone 17e turut menjadi primadona baru di Amerika Serikat dan Jepang berkat dukungan MagSafe dan kapasitas penyimpanan lebih besar di kisaran harga lama, didukung kuat oleh skema promosi operator seluler.

Taktik Ampuh Samsung di Segmen Android

Tidak mau ketinggalan, Samsung sukses mengimbangi dominasi sang rival abadi dengan menempatkan lima produk sekaligus di daftar 10 besar global. Sorotan utama tertuju pada Galaxy S26 Ultra, yang resmi dinobatkan sebagai ponsel Android terlaris kuartal ini.

Pencapaian tersebut menorehkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya perangkat Android ultra-premium mampu memimpin tangga penjualan di kuartal Juni, melonjak lima peringkat dibanding pendahulunya. Lonjakan performa ini didorong oleh fitur layar privasi (privacy display) inovatif serta integrasi kecerdasan buatan (AI features) mutakhir yang menjadi pembeda di pasaran.

Sementara itu, lini Galaxy A tetap kokoh di segmen menengah berkat harga kompetitif. Ditambah lagi, komitmen Samsung memberikan dukungan software hingga lebih dari enam tahun menjadi amunisi ampuh di tengah tren konsumen modern yang kini cenderung mempertahankan ponsel mereka dalam jangka waktu lebih lama.

Di tengah hantaman krisis kelangkaan RAM global yang menekan rantai pasok industri, para produsen kini kompak mengubah strategi bisnis. Mereka fokus merilis jumlah model yang lebih sedikit namun dengan spesifikasi jauh lebih tangguh, alih-alih menyebar lini produk secara masif yang justru memecah fokus pasar.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inovasi ABB Manfaatkan AI di Bisnis Pulp & Paper hingga Tambang