Rumor Merger Mitratel dan Tower Bersama, Begini Dampak ke Industri

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Senin, 24/08/2026 18:40 WIB
Foto: Doc. Tower Bersama

Jakarta, CNBC Indonesia - Belum lama ini, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. dikabarkan akan merger PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno mengatakan merger ini adalah konsekuensi dari konsolidasi industri seluler.

Dia mengatakan jumlah tower base transceiver station (BTS) akan mengikuti jumlah operator. Saat operator berkurang, begitu pula dengan tower.

"Bila telco konsolidasi, bisnis tower otomatis ikut terkonsolidasi. Natural," kata Sarwoto kepada CNBC Indonesia.


"Tower dan power bisnis berbasis lokasi dan banyak komponen pasif nya. Operator berkurang otomatis jumlah tower berkurang," dia menambahkan.

Sementara itu, Sarwoto juga menyarankan industri menara untuk melakukan transformasi. Tak hanya menjadi penyedia infrastruktur pasif, tapi juga menjadi pengelola infrastruktur aktif.

Dia menyarankan adanya perluasan portofolio produk dari perusahaan penyedia menara yakni dengan menyediakan ekosistem yang lebih luas dan lengkap lagi.

"Pemain bisnis menara kita sarankan juga berkonsolidasi. Bukan hanya menyediakan tower dan power bisnis, tetapi juga harus mempersiapkan bisnis konektivitas antar menara seperti FO/radio lainnya," ujar Sarwoto.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan ekspansi ke jaringan serat optik hingga pengelolaan layanan BTS.

Sebelumnya dikabarkan Mitratel dan Tower Bersama akan merger. Pihak Mitratel juga telah meminta penasihat mengajukan rencana kemungkinan merger tersebut.

Kabar serupa juga pernah terdengar pada 2015 lalu. Namun transaksi tidak terjadi setelah tidak mendapatkan persetujuan lebih lanjut.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyatakan Mitratel melakukan evaluasi berkala pada opsi strategis pada pengembangan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang. Namun tiak ada konfirmasi lebih lanjut soal kabar tersebut.

"Terkait informasi spesifik tersebut, saat ini Perseroan belum dapat memberikan komentar lebih lanjut," kata SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Ahmad Reza.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kesiapan "Digital Talent" Jadi PR RI Akselerasi Investasi AI