Krisis Makin Parah di 2027, Nvidia Sudah Wanti-Wanti

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
24 August 2026 18:30
FILE PHOTO: Semiconductor chips are seen on a circuit board of a computer in this illustration picture taken February 25, 2022. REUTERS/Florence Lo/Illustration/File Photo
Foto: REUTERS/Florence Lo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga chip AI kemungkinan masih akan naik hingga tahun depan. Nvidia dilaporkan telah memberitahukan pelanggannya soal kenaikan tersebut.

Kenaikan harga chip karena kelangkaan pasokan telah terjadi sejak akhir tahun lalu. Perkembangan AI yang pesat disebut menjadi alasan kelangkaan tersebut.

Laporan Bloomberg News menyebutkan Nvidia telah mengumumkan kenaikan harga server berisi chip AI naik lebih dari 15%.

Kebijakan ini berlaku pada sistem yang dikirimkan awal tahun 2027 mendatang. Sistem yang terdampak termasuk yang menggunakan chip Vera Rubin dan Grace Blackwell, dikutip dari Reuters, Senin (24/8/2026).

Sejumlah sumber yang dikutip laporan Bloomberg News mengungkapkan kenaikan harga bergantung pada generasi chip Nvidia dan konfigurasi masing-masing memori.

Pihak Nvidia tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Beberapa perusahaan diketahui membangun server untuk operator pusat data besar, mulai dari Microsoft, Alphabet, hingga Oracle. Kabarnya seluruh raksasa teknologi itu telah memberitahu konsumen mengenai rencana kenaikan harga.

Kenaikan ini terjadi saat kesuksesan Nvidia di industri AI mulai memudar. Juli lalu dilaporkan saham perusahaan menurun 15% dari puncaknya pada bulan Mei.

Harga sewa chip dilaporkan juga terus turun setelah sempat mencapai US$3,20 per jam pada Mei lalu.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Manusia Rp 13.000 Triliun Jiplak Bisnis Manusia Rp 3.000 Triliun


Most Popular
Features