10 Penyebab Rumah Mendadak Bau Tak Sedap, Banyak Orang Tak Tahu
Jakarta, CNBC Indonesia - Terkadang kita mendapati aroma tidak sedap yang menyerbak di dalam rumah. Bahkan setelah dibersihkan, bau tersebut masih tetap tertinggal dan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.
Beberapa objek kerap menjadi 'tersangka' utama, seperti tempat sampah atau kotak pasir kucing. Namun, ternyata ada banyak benda lain di dalam rumah yang tanpa disadari menjadi sumber bau.
Berikut adalah beberapa benda yang bisa Anda periksa sekarang, dirangkum dari Qz, Jumat (21/8/2026):
1. Karet Seal Mesin Cuci Bukaan Depan
Karet pada pintu mesin cuci bukaan depan (front loading) sering menjadi sumber bau apek. Di sinilah air, sisa deterjen, dan pelembut pakaian berkumpul. Ruang mesin cuci yang tertutup dan minim sirkulasi udara mempercepat pertumbuhan jamur serta lumut.
-
Solusi: Lap lipatan karet seal hingga kering setiap kali selesai mencuci dan biarkan pintu mesin cuci sedikit terbuka. Bersihkan jamur di bagian dalam lipatan karet, lalu jalankan siklus pencucian dengan air panas tanpa sabun pembersih secara berkala.
2. Keranjang Filter Mesin Pencuci Piring
Keranjang filter pada mesin pencuci piring (dishwasher) juga berpotensi memicu bau tak sedap karena menjadi tempat mengendapnya sisa makanan, lemak, dan potongan tulang halus.
-
Solusi: Bersihkan filter secara berkala menggunakan sikat untuk mengangkat sisa lemak yang menempel.
3. Alat Penghancur Sampah (Garbage Disposal)
Sisa makanan yang tertinggal di alat penghancur sampah dapat membusuk dan memicu bau. Siraman air biasa sering kali tidak cukup untuk membersihkan lapisan lemak dan partikel kecil di dalamnya.
-
Solusi: Gunakan air dingin saat mengoperasikan alat agar lemak membeku dan mudah terbuang. Biarkan air mengalir dan jalankan alat selama lima detik setelah digunakan untuk mencegah pengendapan sisa makanan.
4. Bak Penampung Tetesan Air Kulkas
Bak penampungan air di bagian bawah atau belakang kulkas berisiko menimbulkan bau apek. Wadah ini terisi air setiap kali kulkas menjalankan siklus pencairan es (defrost) otomatis.
-
Solusi: Jika wadah retak, miring, atau kotor, air tidak dapat menguap dengan sempurna dan memicu penumpukan kotoran. Lepas wadah tersebut, cuci menggunakan air hangat dan sabun cuci piring, lalu keringkan sebelum dipasang kembali.
5. Penyumbatan Saluran Pembuangan AC
Bau apek dari AC umumnya disebabkan oleh pertumbuhan jamur pada koil evaporator atau penyumbatan saluran kondensat akibat akumulasi debu, alga, dan kotoran.
-
Solusi: Ganti filter udara setiap satu hingga tiga bulan sekali. Jika bau tetap bertahan, panggil teknisi untuk melakukan servis menyeluruh.
6. Tas Belanja Kain (Reusable Bag)
Tas belanja kain yang digunakan berulang kali untuk membawa daging mentah atau bahan makanan basah dapat menyimpan bakteri dan memicu bau jika tidak pernah dicuci.
-
Solusi: Pisahkan bahan makanan mentah seperti daging ke dalam kantong terpisah dan cuci tas belanja kain secara rutin.
7. Pipa Leher Angsa (P-Trap) di Bawah Wastafel
Pipa berbentuk kurva ini berfungsi menahan sedikit air guna membendung gas berbau dari saluran pembuangan agar tidak naik ke dalam rumah. Jika jarang digunakan, air di dalam pipa dapat menguap sehingga gas berbau mengalir keluar.
-
Solusi: Alirkan air ke dalam saluran pembuangan yang jarang dipakai selama 30 detik, setidaknya 1-2 minggu sekali.
8. Tangki Penampungan Dehumidifier
Tangki air pada pengering udara (dehumidifier) atau pelembab udara (humidifier) rentan ditumbuhi jamur dan bakteri jika tidak dibersihkan secara konsisten.
-
Solusi: Kosongkan dan bilas tangki setiap hari, serta lakukan pembersihan menyeluruh menggunakan campuran air dan cuka putih seminggu sekali.
9. Genangan Air di Tatakan Pot Tanaman
Air yang menggenang terlalu lama di tatakan pot tanaman menjadi sarang perkembangan bakteri anaerob dan pembusukan akar yang menimbulkan bau apek.
-
Solusi: Buang sisa air di tatakan pot sekitar satu hingga dua jam setelah menyiram tanaman, serta pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik.
10. Batang Anoda pada Pemanas Air (Water Heater)
Batang anoda pada pemanas air dapat bereaksi dengan bakteri pereduksi sulfat alami dan menghasilkan gas hidrogen sulfida yang berbau seperti telur busuk.
-
Solusi: Ganti batang anoda magnesium dengan paduan aluminium-seng untuk menekan produksi bau. Selain itu, kuras tangki dan naikkan suhu termostat hingga 60°C (140°F) selama beberapa jam untuk membunuh bakteri di dalamnya.
(fab/fab)