Ramai-Ramai Warga Tolak Data Center, Teriak Petaka Besar

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Jumat, 21/08/2026 12:40 WIB
Foto: Ilustrasi Data Center. (Dok. Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penolakan terhadap pembangunan data center (pusat data) makin marak di Amerika Serikat (AS), mengingat dampaknya terhadap lingkungan dan perekonomian rumah tangga. 

Data center yang 'haus' listrik dan energi telah membuat warga menanggung tagihan listrik yang membengkak. Selain itu, beberapa yang rumahnya berdekatan dengan data center mengaku mengalami krisis air bersih.

Masalah ini menjadi perbincangan hangat di berbagai kelompok masyarakat hingga bereskalasi menjadi isu politik. Salah satu aksi protes dilakukan oleh sekelompok komedian dan karyawan perusahaan minuman Liquid Death. Mereka menyoroti penggunaan air dalam jumlah besar yang dibutuhkan untuk mendinginkan pengoperasian data center berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).


Ide kampanye mereka cukup nyentrik, yakni membuat iklan satir yang menyatakan penggunaan air kencing untuk mendinginkan data center. Ide tersebut dituangkan dalam video berdurasi 90 detik yang diproduksi bersama Garage Beer.

Video tersebut juga menampilkan mantan bintang NFL, Jason Kelce. Ia memegang sebotol urine sambil berjalan menuju data center.

"Kami ingin air kencingmu, berikan air kencingmu kepada kami. Mari kita kencingi komputer untuk menyelamatkan umat manusia," nyanyi Kelce dalam iklan tersebut.

Isu data center ini juga telah masuk ke dalam agenda politik di AS. Anggota DPR asal Florida, Byron Donalds, memperkenalkan rancangan aturan agar pengembang swasta menanggung penuh biaya investasi pengembangan pusat data.

Masalah data center turut mewarnai persaingan pemilihan senat di Ohio. Wilayah tersebut merupakan "rumah" bagi berbagai data center berskala besar, salah satunya kampus data center 10 gigawatt di Pike County dengan nilai investasi melebihi US$500 miliar.

Kandidat dari Partai Demokrat, Sherrod Brown, menyuarakan penentangannya terhadap pembangunan data center dalam kampanyenya. Ia bertarung melawan petahana dari Partai Republik, Jon Husted.

"Jika persepsi pemilih terhadap data center tidak segera diperbaiki, kampanye penolakan akan meluas dari Ohio," ungkap Komite Senator Republik Nasional (NRSC), dikutip dari CNBC International.

Sementara itu di Pennsylvania, Gubernur dari Partai Demokrat, Josh Shapiro, telah menandatangani perintah eksekutif untuk menetapkan standar ketat dalam pengembangan data center. Aturan tersebut mewajibkan pengembang membayar seluruh biaya pembangkit listrik baru, jaringan transmisi, distribusi, serta infrastruktur pendukung yang dibutuhkan proyek.

Pengembang juga diwajibkan berkomitmen untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan lokal, serta memprioritaskan perekrutan dan pelatihan tenaga kerja setempat.

Aturan dari Shapiro-yang digadang-gadang mengincar pencalonan presiden pada 2028 juga menyoroti masalah konservasi air. Pengembang diwajibkan mematuhi standar penggunaan air dan perlindungan lingkungan yang sangat ketat.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perkuat Data Center AI: Infrastruktur Berkelanjutan Jadi Kunci