Dampak Krisis Menggila, iPhone Baru Terpaksa Pakai Chip Buatan China

Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 10/08/2026 13:10 WIB
Foto: iPhone 17. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Apple sedang menguji coba chip memori dari perusahaan China, CXMT, di berbagai lini produknya termasuk iPhone dan MacBook. Strategi ini dilakukan untuk mengatasi krisis kelangkaan komponen yang dipicu lonjakan permintaan kecerdasan buatan (AI), menurut laporan Wall Street Journal.

Apple telah menggelar pembicaraan awal dengan CXMT, yang merupakan pembuat chip terbesar di China berdasarkan nilai pasar, mengenai pasokan komponen dengan tujuan untuk menggunakannya pada sejumlah perangkat yang dijual di China, demikian bunyi laporan tersebut mengutip sumber yang mengetahui masalah ini.


Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut secara independen. Apple dan CXMT juga belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi dari Reuters.

Reuters sebelumnya secara eksklusif melaporkan bahwa CXMT sedang mempertimbangkan pembangunan pabrik chip memori kedua di Beijing guna meningkatkan kapasitas produksi.

Produsen laptop seperti HP dan Acer juga telah mulai menggunakan chip memori dari CXMT pada perangkat yang dijual di luar wilayah Amerika Serikat (AS) untuk meredakan kelangkaan pasokan, tambah laporan koran tersebut.

Bos Besar Peringatkan Dampak Krisis Saat iPhone Laris Manis

Di tengah guncangan krisis kelangkaan chip memori global yang menghantam industri smartphone, Apple sebenarnya masih mampu mencatat kinerja positif di kuartal kedua (Q2) 2026.

Laporan Counterpoint baru-baru ini mencatat pangsa pasar iPhone masih mampu tumbuh 3% menjadi 20% secara tahun-ke-tahun (YoY), saat industri HP global secara keseluruhan anjlok 11% YoY.

Kendati demikian, kinerja moncer Apple sepertinya tak akan bertahan lama. Raksasa asal Cupertino tersebut memproyeksikan pertumbuhan penjualan pada kuartal yang berakhir September mendatang bakal lebih lambat dari target Wall Street.

Dalam panggilan konferensi bersama analis, CEO Apple Tim Cook menegaskan bahwa tertahannya proyeksi ini murni karena masalah pasokan, bukan karena minimnya permintaan pasar.

"Kami melihat adanya kendala pasokan yang sangat signifikan saat ini dengan fleksibilitas rantai pasokan yang sangat terbatas untuk mengatasinya," ujar Tim Cook, dikutip dari Reuters, beberapa saat lalu.

Di saat yang sama, CFO Apple Kevan Parekh mengungkapkan pendapatan perusahaan diperkirakan hanya tumbuh 9% hingga 11% YoY. Angka ini berada di bawah ekspektasi Wall Street yang mematok pertumbuhan di level 12%, menurut data LSEG. Sementara itu, pendapatan dari seri iPhone diproyeksikan tumbuh di kisaran menengah, di bawah target konsensus sebesar 17,6%.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Bantu Bisnis Konstruksi Makin Produktif, RI Siap?