Pemilik FIFA Dikuasai Arab Saudi, Dibeli Nyaris Rp 1.000 Triliun

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
07 August 2026 08:31
BOLTON, ENGLAND - JANUARY 10: A general view of the EA Sports and Together badges on the assistant referees arm during the Papa John's Trophy Quarter Final match between Bolton Wanderers and Portsmouth at University of Bolton Stadium on January 10, 2
Foto: CameraSport via Getty Images/Dave Howarth - CameraSport

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa video game Electronic Arts kini dimiliki oleh Arab Saudi. Dana Investasi Publik (PIF) membelinya seharga US$55 miliar (Rp 986 triliun) dan menjadi pemilik mayoritas.

Selain PIF, kesepakatan dibiayai perusahaan ekuitas swasta Silver Lake dan Affinity Partners yang dipimpin Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dengan kesepakatan itu, EA menjadi perusahaan tertutup. EA mengatakan sahamnya akan dihapus dari Nasdaq, dengan pemegang sahamnya akan menerima uang tunai US$210 per saham.

Akuisisi telah diumumkan pada 29 September 2025 dan disetujui oleh pemegang saham EA bulan Desember berikutnya. Smeua persetujuan telah diberikan 31 Juli 2026 lalu.

"Hiburan dan olahraga merupakan area fokus strategis utama untuk PIF dan khususnya pada sektor yang paling cepat berkembang dan berevolusi di seluruh dunia. Konsorsium ini punya posisi unik dalam menjadi mitra jangka panjang tim manajemen EA dalam mendorong pertumbuhan inovasi berkelanjutan untuk EA dan industri," kata wakil gubernur PIF dan kepala investasi internasional, Turqi Alnowaiser, dikutip dari Games Industry, Jumat (7/8/2026).

Perubahan di dalam perusahaan juga terjadi usai pembelian ini. CEO Andrew Wilson menunjuk Cam Weber menjadi kepala divisi studio dan COO diisi oleh David Tinson.

Weber dan Tinson kini juga bekerja sebagai presiden perusahaan. Wilson memastikan para pemimpin EA memiliki yang berpengalaman.

"Memimpin fase selanjutnya yang membutuhkan kreativitas berani dan eksekusi luar biasa," kata Wilson.

"Kami memiliki tim kepemimpinan yang berpengalaman di seluruh perusahaan dan seiring berkembangnya peluang kami, saya antusias untuk bermitra dengan Cam dan David," dia melanjutnya.

Wilson juga mengatakan kedua pemimpin baru itu telah membantu memimpin EA selama momen-momen transformatif perusahaan. Dia meyakini dengan apa yang akan diciptakan di masa depan.

"Saat kita mulai babak selanjutnya, saya lebih optimis dari sebelumnya mengenai apa yang akan diciptakan bersama. Peluang di depan sangat luar biasa dan akan diwujudkan oleh kreativitas, ambisi dan keyakinan pada apa yang mungkin," jelasnya.

EA adalah perusahaan video game raksasa yang terkenal sebagai penerbit game sepak bola FIFA (sekarang EA Sports FC) dan seri The Sims.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pabrik Mobil Listrik Mau Bangkrut Selamat Berkat Duit Pangeran


Most Popular
Features