Seluruh Dunia Pakai, Ternyata Teknologi Ini Dapat Subsidi Amerika

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
07 August 2026 07:10
Sebuah monitor menunjukkan pelacakan GPS pada balon yang dibuat oleh kelompok aktivis yang berbasis di Seoul yang dirancang untuk mendistribusikan pesan anti-Korea Utara di wilayah Korea Utara di Seoul, Korea Selatan, 3 Juni 2024. (REUTERS/Kim Hong-J
Foto: Sebuah monitor menunjukkan pelacakan GPS pada balon yang dibuat oleh kelompok aktivis yang berbasis di Seoul yang dirancang untuk mendistribusikan pesan anti-Korea Utara di wilayah Korea Utara di Seoul, Korea Selatan, 3 Juni 2024. (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu teknologi yang kerap digunakan banyak masyarakat dunia adalah GPS. Mulai dari petunjuk arah, membagikan lokasi, hingga melakukan pelacakan lokasi seseorang.

Namun teknologi ini tak sepenuhnya gratis. Amerika Serikat (AS) mengeluarkan US$2 miliar atau sekitar (Rp 35 triliun) dari pajak masyarakatnya untuk membayar penyediaan jaringan satelit untuk layanan navigasi.

Uang tersebut digunakan untuk menyediakan layanan navigasi gratis, bukan hanya untuk masyarakat AS namun juga bagi sebagian besar wilayah dunia.

Mengutip Science Focus, AS memang menjadi pihak yang mengembangkan GPS selama Perang Dingin. Sistem tersebut digunakan untuk memberitahu lokasi pasukan, pesawat dan kapal perang.

GPS terdiri dari 24 satelit yang dioperasikan Angkatan Luar Angkasa AS. Tiap satelit berada di sekitar 20 ribu km di atas permukaan Bumi.

Tiap satelit memancarkan informasi terkait lokasi dan waktu pasti sinyal dikirimkan. Pancaran sinyal ini tersebar di seluruh dunia.

Artinya sinyal GPS memang dipancarkan secara terbuka. Namun bukan berarti semua sinyal AS bisa ditangkap oleh penduduk Bumi.

AS melakukan transmisi pada dua versi. Salah satunya untuk pasukan AS dan sekutu mereka dengan sinyal yang dienkripsi secara presisi.

Sementara sinyal kedua untuk masyarakat sipil. Fitur ini sengaja diturunkan kualitasnya, dengan posisi mereka tidak akurat melainkan meleset 100 meter.

Kemudian Presiden Bill Clinton merubah aturan tersebut pada Mei 2020. Aturan itu membuat penerima sipil bisa menerima informasi sepuluh kali lipat lebih akurat.

Lalu apakah GPS tetap akan didanai AS? Kemungkinan besar iya, karena pemerintah tetap membutuhkannya untuk militer, keamanan, dan sistem penerbangannya. Sistem ini juga diperkirakan akan tetap tersedia.

Sebenarnya ada teknologi navigasi lain yang telah dikembangkan selain GPS. Eropa, misalnya, memiliki sistem Galileo, begitu juga China dengan sistem satelit navigasi BeiDou.

BeiDou agak berbeda dengan fitur navigasi lain, yakni pengguna bisa mengirim pesan melalui satelit. Jadi mereka yang berada di tempat terpencil tanpa sinyal seluler masih bisa berkomunikasi.

Rusia juga memiliki sistem GLONASS, yang sebelumnya dikembangkan selama era Soviet untuk memberikan strategi kemerdekaan.

GLONASS memiliki kemampuan perlindungan sangat baik pada garis lintang tinggi. Jadi efektif digunakan pada wilayah utara dan Arktik, yang kerap kehilangan sinyal GPS standar.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Cara Lacak Lokasi Orang Pakai Nomor HP, Mudah dan Praktis


Most Popular
Features