Satelit Lampung-1 Besok Meluncur ke Orbit Terbang dari China

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
04 August 2026 10:20
Pada tanggal 5 Agustus, STAR.VISION akan meluncurkan OSE 𝗛𝘆𝗽𝗲𝗿𝘀𝗽𝗲𝗰𝘁𝗿𝗮𝗹 𝗧𝘄𝗶𝗻 𝗦𝗮𝘁𝗲𝗹𝗹𝗶𝘁𝗲𝘀 dari laut lepas pantai Shandong, Tiongkok. Proses pengangkutan roket sedang berlan
Foto: Pada tanggal 5 Agustus, STAR.VISION akan meluncurkan OSE 𝗛𝘆𝗽𝗲𝗿𝘀𝗽𝗲𝗰𝘁𝗿𝗮𝗹 𝗧𝘄𝗶𝗻 𝗦𝗮𝘁𝗲𝗹𝗹𝗶𝘁𝗲𝘀 dari laut lepas pantai Shandong, Tiongkok. Proses pengangkutan roket sedang berlangsung. Misi ini menandai lompatan besar dalam kerja sama ruang angkasa internasional setelah peluncuran Lampung-1 dan Samarkand 2028. (X/@STARVISION_cn)

Jakarta, CNBC Indonesia - Provinsi Lampung bakal memiliki satelit bernama Lampung-1. Satelit itu akan menumpang roket milik Star Vision dan lepas landas di kawasan perairan Shandong, China pada Rabu besok (5/8/2026).

Satelit tersebut adalah hasil kerja sama dari pemerintah provinsi, BRIN Indonesia, Uzcosmos Uzbeskitaan dan Star Vision.

Satelit dirancang untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi kelautan. Selain itu juga sebagai penguatan tata kelola lingkungan dan kolaborasi industri di Lampung.

Lampung-1 menggunakan teknologi pencitraan hiperspektral multi-band dengan komputasi AI. Penggunaan teknologi akan membuat pemrosesan data dapat dilakukan langsung pada orbit, dikutip dari laman resmi Provinsi Lampung, Selasa (4/8/2026).

Dengan begitu satelit dapat menghasilkan informasi akan, cerdas, dan mudah diakses berbagai pengguna.

Satelit Lampung-1 akan menuju orbit dengan satelit milik Uzbekistan Samarkand menggunakan roket pembawa Satelit Kembar Hiperspektral OSE.

Biaya pengembangan satelit sendiri tidak menggunakan APBD Lampung, tetapi ditanggung oleh Star Vision Aerospace.

Usai penandatangan Letter of Intent tahun lalu dengan Starvision, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan satelit dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi banjir dan longsor. Selain itu juga dapat mendeteksi kebakaran hutan dengan menggunakan pencitraanpermukaan.

Lampung-1 juga bisa digunakan dalam upaya menjaga kondisi sungai, pantai dan ekosistem laut. Termasuk dalam mendeteksi pencemaran.

Pemanfaatan satelit lainnya adalah membantu petani dan pemerintah terkait panen. Semua itu bisa dilakukan dengan berbasis data.

"Semuanya berbasis data," ujar Mirza.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Saingan Starlink Muncul di Indonesia, Begini Bocorannya


Most Popular
Features