Laptop Apple Paling Laku Tiba-Tiba Hilang, Naik Harga Gila-gilaan
Jakarta, CNBC Indonesia - Kelangkaan pasokan chip memori di seluruh dunia kini mulai mengganggu ketersediaan produk andalan Apple, MacBook Air. Gangguan ini dipicu oleh melonjaknya permintaan memori dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan atau AI yang menyerap sebagian besar produksi pabrik komponen.
Menurut laporan Mark Gurman dari Bloomberg, sebelumnya kendala pasokan ini baru menyasar lini komputer Apple yang lebih spesifik, yaitu Mac mini dan Mac Studio. Namun kini, model yang paling diminati konsumen yaitu MacBook Air pun terdampak. Pihak pengecer menyebut ketersediaan unit ini semakin terbatas dibandingkan masa-masa sebelumnya.
Konsumen yang berniat membeli MacBook Air lewat situs resmi Apple kini harus bersabar. Pesanan baru baru bisa dikirimkan pada paruh kedua bulan Agustus, bahkan untuk beberapa varian konfigurasi tertentu baru akan tiba bulan September mendatang.
Di Indonesia, dampak krisis ini terlihat jelas dari lonjakan harga yang terjadi awal Juli 2026. MacBook Air M5 varian 13 inci dengan 16 GB RAM dan penyimpanan 512 GB yang dulunya dibanderol Rp 20,499 juta, kini dijual seharga Rp 25,249 juta atau naik Rp 4,75 juta. Adapun varian 15 inci dengan spesifikasi serupa melonjak dari Rp 24,499 juta menjadi Rp 28,999 juta. Kenaikan terbesar mencapai Rp 8 juta terjadi pada varian tertinggi MacBook Air 13 inci 24 GB/1 TB.
Kenaikan harga ini bukan hanya dialami produk Apple. Secara umum, krisis memori telah mengubah peta harga laptop secara drastis sepanjang tahun 2026.
Produsen utama seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini lebih memprioritaskan produksi memori berkecepatan tinggi untuk server AI, sehingga pasokan untuk konsumen menyusut tajam. Harga modul DRAM saja dilaporkan melonjak hingga 170 persen dalam setahun terakhir, sedangkan biaya memori kini menyumbang 35 persen dari total biaya pembuatan laptop, naik dari sebelumnya hanya 15-20 persen.
Di pasar dalam negeri, pantauan CNBC Indonesia menunjukkan harga laptop rata-rata naik Rp 2 juta hingga Rp 4 juta tergantung jenis dan spesifikasinya. Laptop yang setahun lalu dijual Rp 7-8 juta kini menyentuh angka Rp 9-10 juta dengan spesifikasi serupa.
Menghadapi situasi ini, Apple dikabarkan mengambil sejumlah langkah. Selain menaikkan harga jual, perusahaan asal Amerika Serikat itu pun mulai mencari pasokan memori dari pemasok asal China. Dampak lain yang terlihat adalah penundaan promosi kembali sekolah yang biasanya digelar setiap bulan Juni.
Untuk pertama kalinya, materi promosi yang disiapkan justru lebih menyoroti model dasar MacBook Pro. Apple bahkan secara tegas menuliskan peringatan dalam keterangan produknya bahwa "ketersediaan MacBook Air tergantung stok yang ada".
Analis industri memperkirakan tekanan harga ini baru akan mereda paling cepat akhir tahun 2027, seiring penyesuaian kapasitas produksi pabrik memori di seluruh dunia.
(dem/dem)