Harta Karun Jatuh dari Langit Tembus Atap Rumah Warga, Ini Kata Pakar

Intan Rakhmayanti, CNBC Indonesia
Jumat, 31/07/2026 17:55 WIB
Foto: Penampakan benda jatuh yang dinarasikan bola api di Cirebon. (Dok. Istimewa via Detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah batu luar angkasa menghantam rumah di Hillsborough, New Jersey, Amerika Serikat (AS), pada 16 Juli 2024 lalu tepat pada siang hari. Benda yang melesat melewati wilayah pesisir timur AS tersebut diketahui merupakan batu luar angkasa seukuran koper pesawat dengan bobot sekitar 50 kilogram.

Pemilik rumah menemukan batu tersebut dalam kondisi masih berbau sulfur setelah menghantam bangunannya.

Dua tahun setelah insiden tersebut, para ilmuwan berhasil melacak asal-usul batu tersebut. Mereka mengaitkannya dengan sebuah asteroid unik yang diduga pernah memiliki air asin cair. Temuan ini berpotensi memberikan petunjuk penting mengenai asal-usul kehidupan di Bumi.


"Dalam arti tertentu, Anda dapat menganggapnya seperti mencium asal-usul atmosfer kehidupan," kata penulis utama sekaligus astronom meteor, Peter Jenniskens, dari SETI Institute dan NASA's Ames Research Center, dikutip dari Space.com, Jumat (31/7/2026).

Setelah melewati atmosfer Bumi dan mengalami pemanasan ekstrem, batu itu menembus atap rumah hingga menghantam plafon kamar tidur sebelum akhirnya pecah menjadi beberapa bagian.

Pemilik rumah yang sigap langsung mengumpulkan potongan-potongan batu luar angkasa tersebut ke dalam stoples. Ia juga menggunakan sarung tangan saat mengambilnya, sehingga sampel batu tersebut tetap berada dalam kondisi yang sangat steril dan terjaga.

"Dia memiliki kesadaran untuk mengenakan sarung tangan dan mengambil stoples," ujar Jenniskens. "Untuk jenis meteor ini, yaitu kondrit berkarbon, langkah tersebut sangat penting karena batu ini dapat menyerap kelembapan apa pun secara cepat."

Jika pemilik rumah mengambil batu tersebut dengan tangan kosong, minyak atau kelembapan dari kulitnya bisa mencemari sampel secara menyeluruh-hal yang umum terjadi pada meteorit lain yang ditemukan di Bumi.

Selain itu, pemilik rumah segera menghubungi American Meteor Society. Respons cepat tersebut menjadikan sampel meteor Hillsborough sebagai salah satu meteor yang kondisi kebersihannya paling terjaga untuk penelitian ilmiah.

Meski sejumlah pecahan batu sempat membawa sisa-sisa fiberglass dan serat karpet akibat menembus atap, kondisi meteor secara keseluruhan tetap sangat ideal untuk dianalisis.

Mengandung Senyawa Organik dan Asam Amino

Setelah dikumpulkan, para ilmuwan membawa pecahan meteor tersebut untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini dipimpin oleh Mike Zolensky, ahli meteorit dari NASA's Johnson Space Center.

Hasil analisis menunjukkan bahwa meteor yang kini dijuluki "Hillsborough Meteorite" tersebut mengandung berbagai senyawa organik. Senyawa-senyawa ini terbentuk melalui reaksi kimia dengan mineral di dalam batu, serta mengandung asam amino yang merupakan elemen penyusun kehidupan.

Penelitian juga mengungkapkan bahwa batu tersebut mengalami perubahan struktur akibat paparan air dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan meteorit lain dari jenis yang sama.

Ilmuwan mengklasifikasikan meteor tersebut sebagai kondrit berkarbon jenis CM2, yaitu batuan primitif yang terbentuk pada masa awal pembentukan Tata Surya.

Namun, meteorit kategori CM2 biasanya berasal dari asteroid induk yang tidak mengalami perubahan signifikan akibat air, sedangkan kategori CM1 berasal dari asteroid yang kaya akan kandungan air.

Meteor Hillsborough ternyata tidak sepenuhnya cocok jika dimasukkan ke salah satu kategori saja. Meskipun diklasifikasikan sebagai CM2, para ilmuwan menemukan bukti kuat bahwa asteroid induknya pernah menampung air. Oleh karena itu, mereka mengklasifikasikannya lebih lanjut sebagai CM1/2-kategori langka yang berada di antara CM1 dan CM2.

Meteor Hillsborough kini tercatat sebagai meteorit kedua dengan karakteristik CM1/2 yang pernah diamati di Bumi.

"Berkat reaksi cepat pemilik rumah, ini adalah meteor CM1/2 paling murni dan paling terjaga yang pernah kami ketahui," pungkas Jenniskens.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Intip Cara AI Bantu Bisnis Genjot Penjualan di e-Commerce