Jualan HP Makin Susah, Xiaomi Tiba-Tiba Luncurkan Mobil Bak Rumah

Redaksi,  CNBC Indonesia
31 July 2026 16:50
A woman takes photos of a Xiaomi SkyNomad N90 Max EREV (Extended-Range Electric Vehicle) on display before the car's launch event, in Xiaomi's industrial park, in Beijing, China July 30, 2026. REUTERS/Tingshu Wang
Foto: REUTERS/Tingshu Wang

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri smartphone global sedang mengalami tekanan akibat krisis kelangkaan chip memori. Imbasnya, biaya komponen makin mahal dan memicu penyesuaian harga.

Menurut laporan Counterpoint untuk Q2 2026, pengiriman smartphone global mengalami penurunan 11% secara tahun-ke-tahun (YoY). Khusus di China yang merupakan pasar HP terbesar di dunia, penurunannya tercatat 4,3% YoY, menurut laporan IDC.

Dampak krisis kelangkaan chip memori global paling berdampak pada pabrikan HP China, yang selama ini menyasar segmen bawah hingga menengah (low-to-mid). Tiga pabrikan kawakan China, yakni Xiaomi, Oppo, dan vivo, mencatat penurunan pengiriman smartphone hingga double-digit secara global.

Di tengah gejolak industri smartphone, Xiaomi yang sudah agresif mengekspansi portofolio produknya, baru-baru ini memmperkenalkan seri SUV bongsor terbarunya bernama SkyNomad, dikutip dari Reuters, Jumat (31/7/2026). Langkah ini dilakukan setelah sukses menancapkan tari di industri kendaraan listrik (EV) melalui sedan SU7.

Langkah ekspansi ke segmen SUV keluarga berukuran besar ini diambil Xiaomi guna menggenjot penjualan di tengah persaingan pasar otomotif China yang kian berdarah-darah, sekaligus memuluskan rencana invasi pasar ke Eropa pada tahun depan.

Melalui peluncuran SkyNomad, Xiaomi mengejar ketertinggalan pengiriman armada. Pasalnya, realisasi penjualan EV Xiaomi sepanjang semester I-2026 baru mengamankan sepertiga dari target tahunan perusahaan, tertekan oleh lesunya daya beli konsumen akibat perlambatan ekonomi di China.

Berbeda dari sedan SU7 dan SUV YU7 yang kental dengan aura sporty dan dinamika berkendara, Xiaomi memosisikan SkyNomad sebagai "intelligent, reconfigurable, large-space SUV", alias SUV bongsor cerdas yang tata letak kabinnya bisa diotak-atik sesuai kebutuhan keluarga.

Pakai Mesin Bensin 'EREV', Jarak Tempuh Tembus 1.700 Km!

Varian tertinggi dari lini ini adalah N90 Max, SUV 7-seater yang dijuluki CEO Xiaomi Lei Jun sebagai "rumah yang bisa berjalan".

Uniknya, mobil ini tidak murni mengandalkan daya listrik baterai, melainkan mengusung teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV).

Artinya, roda mobil sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, namun dibekali mesin bensin 1.5L turbocharger dan tangki BBM 60 liter yang berfungsi khusus sebagai generator darurat pengisi daya baterai saat kehabisan daya di jalan.

Berikut beberapa spesifikasi 'hightlight'-nya:

  • Baterai: 76 kWh + Mesin Generator Bensin 1.5L Turbo
  • Tangki BBM: 60 Liter
  • Jarak Tempuh Kombinasi: Hingga 1.705 km
  • Arsitektur: Platform anyar "Kunlun"
  • Harga: 299.900 yuan (sekitar Rp 720 jutaan)

"Enam kursi saja tidak cukup untuk kebutuhan keluarga. Jika kita mengibaratkan kendaraan sebagai sebuah rumah, kita bisa dengan bebas mengatur ruang dan mendekorasinya," ujar CEO Xiaomi, Lei Jun, dalam acara peluncuran resmi.

Xiaomi telah membuka kran pemesanan awal (pre-order) dan menargetkan unit SkyNomad N90 Max akan mulai didistribusikan ke pasar secara resmi pada September mendatang.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga HP Sudah Naik 3 Kali Lipat, Pedagang ITC Teriak


Most Popular
Features