Bos OpenAI Pencipta ChatGPT Sebut AI Buatannya di Luar Kendali Manusia

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
29 July 2026 10:25
Sam Altman, CEO OpenAI, menghadiri Konferensi Media dan Teknologi tahunan Allen and Co. Sun Valley di Sun Valley Resort di Sun Valley, Idaho, AS, 7 Juli 2026. (REUTERS/Brendan McDermid)
Foto: Sam Altman, CEO OpenAI, menghadiri Konferensi Media dan Teknologi tahunan Allen and Co. Sun Valley di Sun Valley Resort di Sun Valley, Idaho, AS, 7 Juli 2026. (REUTERS/Brendan McDermid)

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO OpenAI Sam Altman kembali membuat pernyataan yang mengejutkan soal masa depan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Altman menyatakan dunia kini telah memasuki fase "singularity", yakni momen ketika AI mulai melampaui kemampuan manusia dan berpotensi berkembang di luar kendali manusia.

"Kita sekarang, seperti, berada di era singularitas," kata Altman dalam podcast Relentless, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (29/7/2026).

Konsep singularity selama ini banyak dikenal melalui film-film fiksi ilmiah. Film Transcendence (2014), misalnya, mengisahkan seorang ilmuwan yang mengunggah pikirannya ke superkomputer hingga menjadi kecerdasan yang nyaris tak terbatas. Sementara Ex Machina (2015) menceritakan robot humanoid yang berhasil mengakali manusia dan melarikan diri ke dunia luar.

Kedua film tersebut menggambarkan konsep singularity, yaitu titik hipotetis ketika teknologi, khususnya AI, melampaui kecerdasan manusia dan menjadi makin sulit dikendalikan.

Secara teori, singularity merupakan momen ketika AI mampu meningkatkan kemampuannya sendiri tanpa campur tangan manusia. Jika hal itu terjadi, perkembangan teknologi diperkirakan akan berlangsung sangat cepat sehingga manusia tidak lagi mampu mengimbanginya. AI pun berpotensi berevolusi secara mandiri di luar kendali manusia.

Karena masih sebatas teori, dampak singularity belum dapat dipastikan. Sebagian ahli memperingatkan kondisi tersebut dapat menjadi bencana bagi umat manusia, sementara yang lain meyakini justru bisa membawa manfaat besar bagi peradaban.

Apa yang Altman katakan tentang singularitas?

Dalam podcast tersebut ia menjelaskan bahwa dunia sedang memasuki fase singularity secara bertahap seiring kemajuan teknologi, dan menurutnya perubahan tersebut akan memberikan manfaat besar.

"Sekarang kita benar-benar berada di momen yang dulu hanya kita bicarakan saat makan siang dengan santai dan tidak terlalu serius," kata Altman.

Ia menambahkan, "Saya sudah menunggu momen ini sepanjang hidup saya, dan saya pikir ini akan luar biasa, sangat positif, dan hebat untuk dunia."

Dalam podcast yang sama, Altman juga mengkritik sejumlah pemimpin perusahaan AI yang terus memperingatkan bahaya perkembangan AI. Meski tidak menyebut nama, komentarnya diduga mengarah kepada CEO Anthropic, Dario Amodei, yang dikenal vokal mengingatkan risiko AI.

"Saya juga berpikir beberapa gambaran masa depan yang disampaikan perusahaan lain cukup menakutkan. Saya akan memastikan pandangan itu mendapat tantangan dan tidak menjadi kenyataan," ujar Altman.

Sebaliknya, Anthropic, perusahaan pembuat chatbot Claude, bulan lalu menyerukan agar perusahaan-perusahaan AI terkemuka di dunia menyusun mekanisme bersama untuk menghentikan sementara pengembangan sistem AI canggih. Menurut Anthropic, perkembangan AI berlangsung sangat cepat sehingga berisiko membuat manusia kehilangan kendali.

Dalam unggahan blog pada 4 Juni, Anthropic yang selama ini memosisikan diri sebagai laboratorium AI yang berfokus pada aspek keselamatan menulis bahwa ketika AI menjadi semakin canggih, akan baik bagi dunia jika memiliki opsi untuk memperlambat atau menghentikan sementara pengembangannya.

Altman sendiri merupakan seorang CEO OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT yang saat ini mendominasi pasar AI untuk konsumen dengan lebih dari 900 juta pengguna aktif mingguan dan sekitar 50 juta pelanggan.

Tahun lalu, Altman pernah memprediksi AI akan melampaui kecerdasan manusia di hampir seluruh bidang pada 2030.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pertemuan Rahasia Para Elit Dunia, Tentukan Masa Depan Manusia


Most Popular
Features