Dikira Bikin Smartphone Ngebut, Kebiasaan Ini Malah Bikin HP Lelet

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Rabu, 29/07/2026 07:05 WIB
Foto: Intan Rakhmayanti/CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak pengguna smartphone yang memiliki kebiasaan untuk menutup aplikasi hingga ke background sebelum membuka aplikasi lainnya. Alasannya karena aplikasi itu belum sepenuhnya dimatikan dan bisa meningkatkan performa ponsel.

Namun ternyata kebiasaan ini bisa dikatakan mitos semata. Karena bisa lebih merugikan dari yang Anda pikirkan, dan bisa merusak ponsel.

Laman Makeusof menyebutkan menutup paksa aplikasi yang berjalan di latar belakang akan membuat ponsel bekerja lebih keras saat membukanya kembali. Sistem harus memuat ulang aplikasi dari awal, membangun kembali statusnya dan mengambil data baru.


Ini berarti ada lebih banyak pemrosesan yang dilakukan jika aplikasi dibuka ulang sejak awal dibandingkan membiarkan Android yang mengelolanya di memori.

Dengan begitu dapat menyebabkan lebih boros baterai dan beban tidak perlu pada sumber daya sistem seperti RAM. Menutup paksa dari latar belakang juga akan peluncuran aplikasi lebih lambat dan sumber daya yang digunakan menjadi kurang efisien.

Sementara itu, menutup aplikasi di latar belakang masih bisa dilakukan untuk beberapa kasus. Mulai dari adanya gangguan, aplikasi macet di tengah jalan, menghabiskan baterai secara berlebihan atau meningkatkan suhu ponsel secara berlebihan.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan performa dan baterai ponsel alih-alih menutup aplikasi secara paksa. Misalnya mematikan pengaturan Backgroup App Refresh, jadi aplikasi tidak memerlukan pembaruan secara real-time.

Anda juga dapat mengubah izin lokasi hanya saat menggunakan aplikasi saja. Selain itu gunakan mode hemat baterai di ponsel.

Terakhir restart HP secara berkala, misalnya sekali dalam seminggu. Dengan begitu akan dapat membersihkan cache dan menyegarkan sistem dari bug yang mungkin ada di ponsel.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perkuat Data Center AI: Infrastruktur Berkelanjutan Jadi Kunci