Ahli China Jawab Soal Matematika yang 100 Tahun Tak Terpecahkan

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Senin, 27/07/2026 10:35 WIB
Foto: Ilustrasi Belajar Matematika. (Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Matematikawan asal China, Hong Wang dan Yu Deng jadi yang pertama bagi warga negara China dalam penghargaan Media Fields yang setara dengan Nobel Matematika. Ternyata penghargaan tersebut berhasil diraih keduanya berkat soal matematika yang berusia lebih dari 100 tahun.

Hong Wang dari New York University dan Institut des Hautes Études Scientifiques (IHES) di Prancis berhasil meraih penghargaan setelah memecahkan soal dari ahli matematika asal Jepang, Soichi Kakeya pada 1917 yakni berapa luas terkecil yang disapu saat memutar pensil 360 derajat.

Bersama dengan peneliti lainnya Josh Zahl, dia mengungkapkan pensil tersebut mengambang di ruang tiga dimensi bukan permukaan datar dalam studi yang diterbitkan tahun lalu.


Sementara Yu Deng dari University Chicago juga berhasil memecahkan soal seabad lalu dari matematikawan asal Jerman, David Hilbert pada 1900. Soal itu dikenal sebagai Masalah Keenam Hilbert, yaitu perilaku keseluruhan bisa dihitung berdasarkan pergerakan partikel individual.

Deng berhasil memecahkan soal tersebut dengan melakukan pengamatan pada perilaku gas. Atas capaiannya itu, Deng mengatakan sangat terhormat namanya tercantum dengan ahli hebat lainnya dan dia kagumi.

"Suatu kehormatan besar nama saya tercantum dengan semua matematikawan hebat dan saya kagumi," dia menjelaskan, dikutip dari BBC, Senin (27/7/2026).

Prestasi keduanya disambut gembira oleh masyarakat China. BBC melaporkan tagar Fields Medal dan Matematikawan China pertama yang mendapatkan Field Medal diunggah di berbagai platform dan dilihat jutaan kali tayang termasuk di Weibo dan Redmine.

Media China juga banyak membahasnya. Peraih Field Medal pertama dari etnis China, Shing-Tung Yau juga ikut angkat bicara soal keberhasilan ini.

"Untuk komunitas matematikawan China, ini jadi mimpi yang kami harapkan bisa diwujudkan selama beberapa dekade," ucapnya.

Selain dua orang tersebut, ada juga John Pardon dari Stony Brook University Amerika Serikat (AS) dan Jacob Tsimerman dari University of Toronto Kanada.

Sebagai informasi, Medali Fields memberikan penghargaan setiap empat tahun sekali kepada peneliti di bawah usia 40 tahun. Penghargaan ini diberikan oleh Persatuan Matematika Internasional atau IMU.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perkuat Data Center AI: Infrastruktruk Berkelanjutan Jadi Kunci


Related Articles