Dunia Bersiap Hadapi Petaka Besar, Tetangga RI Sudah Siaga Penuh

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Minggu, 26/07/2026 16:30 WIB
Foto: Ilustrasi Bank. (Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan penggunaan AI membawa konsekuensi baru di dunia digital. Teknologi tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk inovasi, tetapi juga digunakan dalam berbagai aksi kejahatan siber yang kian canggih, termasuk penipuan berbasis online.

Ancaman keamanan siber yang berkembang seiring kemajuan AI kini menjadi perhatian global dan berpotensi memberikan dampak signifikan bagi Indonesia, apalagi untuk industri perbankan.


Ancaman siber berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) generasi terbaru makin nyata hingga memaksa pemerintah dan regulator keuangan di berbagai negara mengeluarkan peringatan keras kepada perbankan. Biang kerok dari kegaduhan ini adalah kehadiran model AI super canggih teranyar bernama Claude Mythos besutan Anthropic.

Teknologi mutakhir ini diketahui memiliki kemampuan mengerikan dalam mendeteksi celah keamanan (bug dan kerentanan) pada sistem perangkat lunak, sistem operasi, hingga peramban (browser) utama hanya dalam hitungan detik. Jika kemampuan ekstrim ini dimanfaatkan oleh peretas (hacker), sistem keamanan perbankan secanggih apa pun bisa jebol seketika.

"Model AI tingkat lanjut, seperti Anthropic Claude Mythos, memperpendek waktu untuk melakukan mitigasi risiko yang efektif," tulis OSFI dalam keterangannya, dikutip dari Reuters, Minggu (26/7/2026).

Peringatan dari Kanada ini memperpanjang daftar negara kaya yang cemas akan dampak buruk AI Mythos. Peringatan senada sebelumnya telah digaungkan oleh pejabat tinggi Amerika Serikat (AS), termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent dan Ketua The Fed Jerome Powell. Otoritas lain di Inggris, Jepang, hingga Hong Kong juga sudah mengeluarkan peringatan serupa.

Bahkan di Hong Kong misalnya, sudah mulai siaga penuh. Negara di dekat Indonesia itu memberikan peringatan untuk memperkuat pertahanan keamanan siber ke perusahaan-perusahaan berlisensi. Regulator sekuritas setempat menjelaskan karena ancaman siber berbasis AI yang makin canggih dan bertarget.

Terbaru, Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong mengingatkan perusahaan berlisensi khususnya pialang internet dan platform perdagangan aset virtual mengadopsi pengamanan terbaru. Diharapkan cara itu mencegah akses tidak sah pada data klien serta melindungi penyalahgunaan aset.

Menurut regulator setempat, AI membantu pelaku untuk mengidentifikasi dan mengeksploitasi kerentanan lebih cepat. Selain itu juga melancarkan serangan dalam skala besar dan menurunkan hambatan pada modus phishing dan rekayasa sosial, dikutip dari Reuters.

Layanan ATM dan M-Banking Terancam Ditutup

Dampak eksploitasi AI ini dinilai sangat destruktif terhadap infrastruktur finansial. Di Jepang, Asosiasi Perbankan Jepang bahkan telah menyiapkan skenario terburuk demi melindungi dana nasabah, yakni mematikan sementara layanan ATM hingga aplikasi mobile banking (m-banking).

"Ada kekhawatiran nyata mengenai lonjakan serangan siber tingkat tinggi yang jauh melampaui prediksi dan antisipasi kita selama ini," ujar Masahiko Kato, Ketua Asosiasi Perbankan Jepang yang juga menjabat sebagai Presiden Mizuho Bank.

Kato menegaskan, penutupan layanan secara mendadak merupakan langkah darurat proaktif yang tidak bisa dihindari jika situasi makin memburuk.

"Layanan tertentu seperti jaringan ATM bisa saja ditangguhkan secara proaktif. Ini murni langkah darurat demi memitigasi risiko dan melindungi aset para nasabah," tambah Kato.

Pihak Anthropic sendiri saat meluncurkan Mythos tak menampik potensi bahaya tersebut. Mereka mengakui bahwa produknya mampu mengendus ribuan kerentanan sistem di seluruh dunia yang bisa berdampak fatal bagi ekosistem keuangan global jika jatuh ke tangan yang salah.

Untuk merespons alarm bahaya kiamat siber ini, regulator dan lembaga keuangan global kini bergerak cepat membatasi penggunaan tools AI pihak ketiga di internal bank, sekaligus mempercepat investasi mandiri dalam membangun sistem keamanan dan mitigasi risiko siber yang lebih tangguh.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data