China Minggir Dulu, Amerika Cari Masalah Baru ke Negara Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Bukan dengan China, kali ini Amerika Serikat (AS) sedang bersitegang dengan Brasil. Pemerintahan Presiden Donald Trump menyoroti sistem pembayaran instan Pix yang dikembangkan bank sentral Brasil dan menyebutnya sebagai salah satu hambatan perdagangan.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer memasukkan Pix dalam daftar hambatan perdagangan yang menjadi alasan Washington menerapkan tarif tambahan sebesar 25% terhadap impor dari Brasil. Tarif tersebut mulai berlaku pekan ini.
Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan Washington tidak meminta Brasil menghapus Pix. Namun, AS menilai sistem tersebut tidak boleh mendapatkan perlakuan khusus hanya karena dimiliki dan dioperasikan pemerintah.
"Kami tidak meminta Brasil untuk menghapus Pix," kata pejabat senior pemerintahan Trump tersebut, dikutip dari Reuters, Rabu (22/7/2026).
Namun, Washington ingin menghindari situasi di mana Pix mendapat perlakuan khusus hanya karena dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah.
Pejabat Brasil menilai kritik AS terhadap Pix bertujuan hanya untuk melindungi perusahaan kartu kredit asal Amerika. Dokumen USTR menyebut praktik Brasil dapat merusak daya saing perusahaan-perusahaan AS yang bergerak di bidang perdagangan digital dan layanan pembayaran elektronik.
Perseteruan ini menunjukkan ancaman yang semakin besar terhadap dominasi perusahaan kartu kredit global. Sistem pembayaran yang dibangun pemerintah seperti Pix menawarkan alternatif terhadap jaringan pembayaran kartu yang selama puluhan tahun mendominasi transaksi dunia.
Pix memungkinkan masyarakat mentransfer uang secara real-time melalui aplikasi perbankan. Sistem ini menyediakan layanan transfer secara gratis, dan juga menawarkan biaya yang lebih rendah serta transaksi yang lebih cepat bagi pelaku usaha karena memangkas sebagian besar rantai pembayaran kartu biasa.
Gubernur Bank Sentral Brasil Gabriel Galipolo membantah kritik AS terhadap dampak Pix terhadap pendapatan perusahaan kartu dan akses pasar. Ia menyebut tudingan tersebut absurd.
Galipolo mengatakan jumlah pengguna kartu kredit secara absolut justru meningkat karena Pix mendorong lebih banyak warga Brasil membuka rekening bank. Menurutnya, Pix merupakan layanan publik, bukan pesaing perusahaan kartu kredit.
"Ini seperti mengatakan bahwa pembangunan sanitasi dasar merugikan pendapatan pemilik truk pengangkut air," kata Galipolo.
Bank Sentral Brasil meluncurkan Pix pada 2020. Sistem tersebut dengan cepat menjadi metode pembayaran paling dominan di ekonomi terbesar Amerika Latin itu dan berhasil melampaui transaksi kartu hanya dalam tiga tahun.
Saat ini, Pix menyumbang lebih dari separuh seluruh transaksi di Brasil berdasarkan volume. Penggunanya mencapai sekitar 170 juta orang atau sekitar 80% dari total populasi Brasil.
Sejumlah negara lain juga memiliki sistem pembayaran instan, seperti UPI di India dan FedNow di AS. Namun, belum ada yang mampu menyamai pertumbuhan Pix yang sangat pesat.
Hingga paruh pertama tahun ini, Bank Sentral Brasil telah menandatangani kesepakatan berbagi informasi mengenai Pix dengan 65 mitra internasional. Negara-negara tersebut mencakup negara maju seperti Jerman dan Kanada hingga negara berkembang seperti Afrika Selatan dan Turki.
"Pix benar-benar merupakan sebuah model dan arah yang sedang dituju semua orang," kata Galipolo.
Perusahaan kartu kredit Mastercard dan Visa telah memperingatkan investor dalam laporan mereka bahwa jaringan pembayaran seperti Pix dapat mengancam bisnis mereka.
Information Technology Industry Council (ITI), kelompok industri berbasis di Washington yang mewakili Visa, Mastercard, Meta, dan sejumlah perusahaan teknologi lainnya, juga telah mendorong USTR selama beberapa tahun untuk menciptakan persaingan yang lebih setara bagi anggotanya di Brasil.
Kelompok tersebut menilai Pix harus tunduk pada kerangka regulasi yang lebih netral secara kompetitif. Mereka juga meminta perusahaan pembayaran internasional mendapatkan perlakuan dan akses yang setara dalam aturan sistem pembayaran Brasil.
Namun, hingga kini belum jelas mengapa pemerintahan Trump memutuskan mengambil tindakan terhadap Pix sekarang.
Asosiasi industri pembayaran Brasil, Abec, mengatakan keberadaan berbagai skema dan model pembayaran, termasuk ekosistem kartu kredit, kartu debit, dan Pix, memberikan manfaat besar bagi konsumen dan masyarakat.
Pix mulai dikenal dunia
Volume transaksi kartu di Brasil masih terus meningkat setelah Pix membawa lebih dari 70 juta warga masuk ke sistem keuangan formal.
Namun, pangsa transaksi kartu kredit turun menjadi sekitar 15% dari sebelumnya sekitar 20% sebelum Pix diluncurkan. Sementara itu, pangsa kartu debit merosot menjadi sekitar 10% dari sebelumnya sekitar 26%.
Pix dan sistem pembayaran instan serupa juga memiliki peluang untuk berkembang di luar Brasil.
Sejumlah perusahaan swasta telah membangun infrastruktur agar warga Brasil bisa menggunakan Pix saat bepergian ke luar negeri, termasuk ke AS. Sebaliknya, wisatawan asing juga dapat menggunakan Pix saat bertransaksi di Brasil.
Sistem pembayaran instan dari berbagai negara bahkan berpotensi saling terhubung di masa depan. Perkembangan ini menambah kekhawatiran Washington di tengah pembicaraan negara-negara berkembang utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Dalam pernyataan publik terbaru, pejabat AS lebih banyak mengkritik struktur Pix. Washington menyoroti potensi konflik peran Bank Sentral Brasil sebagai operator sekaligus regulator sistem tersebut.
Dana Moneter Internasional (IMF) juga pernah membandingkan tata kelola Pix dengan sistem serupa di China dan India dalam sebuah makalah pada 2023. Dalam sistem di kedua negara tersebut, fungsi operasional dan pengawasan berada di entitas yang berbeda.
Ketika ditanya apakah pemerintahan Trump meminta agar pengelolaan Pix dicabut dari bank sentral, Galipolo mengatakan tuntutan AS sulit dipahami secara jelas.
Ia menilai struktur saat ini memastikan Pix tetap menjadi platform pembayaran publik yang dapat diakses seluruh pelaku pasar yang memenuhi syarat.
Kritik AS terhadap Pix justru memberi Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva kesempatan untuk menggalang dukungan terhadap sistem yang telah populer di kalangan pedagang kecil dan pekerja informal karena menawarkan cara menerima pembayaran digital dengan biaya rendah.
"Tidak ada seorang pun yang akan mengubah Pix kami," tulis Lula di media sosial. "Pix adalah milik publik, gratis, dan akan tetap seperti itu."
(fab/fab) Add
source on Google