Taksi Terbang Segera Tiba, Amerika Sudah Kasih Lampu Hijau

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
22 July 2026 18:00
Taksi Terbang. (Dok Sky Drive)
Foto: Taksi Terbang. (Dok Sky Drive)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sarana transportasi taksi terbang sepertinya akan segera terwujud. Otoritas di Amerika Serikat sudah memberikan lampu hijau dengan mendorong aturan pengembangan teknologi penerbangan generasi baru, mulai dari taksi terbang, pesawat supersonik, peluncuran antariksa, hingga perluasan operasi drone.

Deputy Administrator Otoritas Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) Chris Rocheleau mengatakan lembaganya sedang membenahi berbagai persoalan terkait sertifikasi dan regulasi agar industri dapat mengembangkan teknologi baru tanpa terhambat aturan yang terlalu ketat.

"Kami ingin memastikan bahwa kami tidak terlalu preskriptif dalam standar tersebut dan membiarkan industri mendorong inovasi," kata Rocheleau, dikutip dari Reuters, Rabu (22/7/2026).

FAA juga menjalankan program percontohan untuk membantu pesawat listrik dengan kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal atau electric vertical takeoff and landing (eVTOL) memasuki tahap operasional.

Program yang dimulai tahun lalu itu melibatkan delapan perusahaan mitra di 26 negara bagian AS. Menurut Rocheleau, data dari program tersebut akan membantu FAA dalam proses sertifikasi pesawat eVTOL.

"Seluruh gagasan di balik ini adalah membawa teknologi baru dan pesawat baru ini ke dalam jalur penerbangan nasional dengan cara yang aman dan efisien," ujarnya.

Perusahaan taksi terbang kini berlomba mendapatkan izin dan mengomersialkan pesawat eVTOL. Pesawat ini dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal sehingga berpotensi mengangkut penumpang ke bandara atau melayani perjalanan jarak pendek di dalam kota tanpa terjebak kemacetan.


CEO Archer Aviation Adam Goldstein membandingkan pengembangan eVTOL dengan cara unit kendaraan otonom Waymo milik Google memperluas layanannya dari satu kota ke kota lain.

"Saya pikir dunia telah belajar banyak dari cara kendaraan otonom diluncurkan," kata Goldstein.

Menurut dia, program percontohan FAA memberi industri eVTOL kesempatan untuk menguji teknologi tersebut secara bertahap.

"Program ini memberi industri eVTOL kemampuan untuk meluncurkannya di beberapa kota dalam area terbatas sehingga kami dapat menyelesaikan berbagai kendala dalam sistem," ujarnya.

Selain taksi terbang, FAA juga berupaya menghidupkan kembali penerbangan supersonik komersial.

Pada Juni 2026, FAA mengusulkan aturan pertama dari dua regulasi yang diperlukan untuk mencabut larangan penerbangan supersonik di atas wilayah daratan AS. Larangan tersebut berlaku sejak 1973.

FAA berencana mengusulkan aturan kedua untuk menetapkan ambang batas kebisingan yang dapat diterima saat pesawat lepas landas, mendarat, dan terbang dengan kecepatan supersonik. Lembaga itu menargetkan seluruh aturan selesai pada pertengahan 2027.

"Kami menilai aturan tersebut sudah tua dan ketinggalan zaman," kata Rocheleau.

Era penerbangan supersonik komersial reguler berakhir pada 2003, ketika pesawat Concorde yang dioperasikan Air France dan British Airways berhenti beroperasi setelah 27 tahun melayani penerbangan.

Setelah aturan baru berlaku, FAA bersama regulator lain masih harus melakukan proses sertifikasi terhadap pesawat supersonik sebelum teknologi tersebut dapat kembali digunakan penerbangan komersial.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Petani Jombang Viral Pulang dari Kebun Terbang Pakai Drone


Most Popular
Features