Tak Usah Beli iPhone Baru, Sekarang Cukup Sewa Langsung dari Apple

Redaksi,  CNBC Indonesia
22 July 2026 09:30
iPhone 17 Pro. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Foto: iPhone 17 Pro. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengguna tidak perlu lagi membeli secara langsung perangkat iPhone, iPad, Mac, atau Apple Watch jika ingin menikmati produk terbaru dari Apple. Perusahaan teknologi raksasa ini dilaporkan akan segera meluncurkan layanan berlangganan atau sewa perangkat bernama Apple Upgrade paling cepat pada 28 Juli 2026 mendatang.

Layanan ini menjadi salah satu perubahan terbesar dalam cara Apple menjual produk perangkat kerasnya selama bertahun-tahun, menggantikan program tukar tambah iPhone yang sudah ada sebelumnya serta opsi pembiayaan standar.

Berdasarkan laporan dari Bloomberg yang dikutip Engadget, Apple bekerja sama dengan perusahaan teknologi keuangan asal Swedia, Klarna, untuk menjalankan layanan ini. Kerja sama ini memungkinkan Apple menawarkan skema sewa tanpa harus menanggung risiko keuangan secara langsung.

Cara kerjanya mirip dengan sewa kendaraan dengan masa sewa 24 bulan untuk iPhone dan Apple Watch, serta 36 bulan untuk iPad dan Mac. Selama masa sewa, pengguna bisa melunasi sisa pembayaran untuk memiliki perangkat, beralih ke model yang lebih baru sebelum masa berakhir, atau mengembalikan perangkat saat kontrak selesai.

Syaratnya serupa tetapi lebih ringan dibanding kredit mobil atau rumah. Pengguna perlu melalui pemeriksaan kemampuan membayar yang tidak akan memengaruhi skor kredit pribadi.

Apple menyatakan bahwa pembayaran bulanan melalui skema ini akan lebih rendah dibandingkan opsi pembiayaan yang ada saat ini, sehingga memudahkan lebih banyak orang untuk mengakses produk premium mereka.

Perlu dicatat bahwa tidak semua model perangkat Apple dapat disewa melalui layanan ini. Beberapa jenis yang dikecualikan antara lain adalah iPhone 16, MacBook Neo, Apple Watch SE, dan iPad versi termurah.

Selain itu, layanan ini tidak menyertakan perlindungan AppleCare secara otomatis. Pengguna yang menginginkannya harus menambahkannya secara terpisah. Pembelian untuk keperluan bisnis dan pendidikan juga tidak termasuk dalam program awal ini.

Untuk tahap awal, layanan Apple Upgrade hanya akan diluncurkan di pasar Amerika Serikat melalui toko resmi Apple maupun situs belanja daringnya. Belum ada informasi pasti kapan layanan ini akan hadir di negara lain, termasuk Indonesia.

Langkah ini dilakukan Apple di tengah kenaikan harga perangkat keras yang berkelanjutan serta permintaan yang sedikit melambat, dengan harapan dapat menarik lebih banyak pengguna baru melalui biaya bulanan yang lebih terjangkau, sekaligus meningkatkan pendapatan dari layanan berlangganan.

Saat ini Apple belum memberikan komentar resmi terkait rencana peluncuran ini.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Apple Kehilangan Duit Rp 4.482 Triliun Gara-gara Hal Tak Terduga Ini


Most Popular
Features