3 Opsel Sah Menangkan Frekuensi 700 Mhz-2,6 GHz, Ini Pembagiannya

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Selasa, 21/07/2026 19:14 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Novina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan pemenang lelang frekuensi 700 Mhz dan 2,6 Ghz. Ketiga operator seluler, Telkomsel, XLSmart, dan Indosat Ooredoo Hutchison, ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan pembagian yang berbeda.

Sebagai informasi, frekuensi 700 Mhz utamanya digunakan untuk memperluas cakupan jaringan 4G dan pemerataan jaringan 5G ke wilayah pelosok. Sementara itu, frekuensi 2,6 GHz krusial untuk meningkatkan kecepatan internet dan akselerasi jaringan 5G. Berikut masing-masing pembagian untuk 3 operator:

Pemenang Frekuensi 700 MHz

• XLSmart 30 Mhz


• Telkomsel 20 Mhz

• Indosat Ooredoo Hutchison 20 Mhz

Pemenang Frekuensi 2,6 GHz

• Telkomsel 80 Mhz

• Indosat Ooredoo Hutchison 60 Mhz

• XLSmart 50 Mhz

Menteri Komdigi Meutya Hafid mengatakan ketiga operator keluar sebagai pemenang lelang karena masing-masing mengikuti semua proses dengan tahapan yang jelas.

"[Hasil] melalui [proses] auction, artinya ketiganya ikut secara transparan, akuntable, terbuka dan hasilnya adalah seperti ini," kata Meutya di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Dengan selesainya proses lelang ini, Meutya berharap bisa mendorong transformasi digital nasional lebih baik dan cepat, hingga memberikan manfaat nyata dan merata untuk masyarakat.

Ketiga operator diharapkan bisa menghadirkan layanan 4G di 538 desa dan kelurahan. Selain itu, ketiga operator juga berkomitmen untuk mempercepat gelaran jaringan 5G mencapai setidaknya 51% selama lima tahun.

Semuanya dilakukan secara bertahap setiap tahunnya. Setiap operator bisa memilih kota cakupan yang diinginkan. Meutya mengatakan target kecepatan mobile broadband dengan ini bisa bertahap menjadi 100 Mbps.

"Dengan target kecepatan mobile broadband kita diharapkan dapat melompat secara bertahap ke 100 Mbps pada tahun 2029," ungkapnya.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ada Kesenjangan, Infrastruktur Internet RI Siap Hadapi Era AI?