Presiden Jadi Korban, Menteri Langsung Turun Tangan Lakukan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan siber makin mengkhawatirkan, bahkan sampai membobol situs resmi Presiden Kenya. Kementerian Informasi, Komunikasi dan Ekonomi Digital setempat mengatakan pihaknya tengah menyelidiki upaya peretasan tersebut.
Sejauh ini, memang belum ditemukan bukti adanya akses tak resmi ke data sensitif atau hilangnya informasi penting dari aksi pembobolan tersebut. Kementerian mengatakan insiden itu terdeteksi oleh Otoritas ICT pemerintah.
Pihak pemerintah lantas langsung mengaktifkan protokol untuk merespons insiden keamanan siber. Pemerintah juga membatasi sementara akses ke situs kepresidenan untuk proses penyelidikan forensik terkait aksi serangan ini.
Lebih lanjut, pihak kementerian mengatakan langsung mengambil langkah mitigtasi sesuai prosedur. Pemulihan situs kepresidenan sedang berlangsung.
"Untuk saat ini, tidak ada bukti akses tidak resmi terhadap data sensitif, pencurian data, atau hilangnya informasi. Sistem pemerintahan dan layanan digital masih tetap aman dan beroperasi," kata sekretaris kabinet untuk menteri William Kabogo Gitau, dalam sebuah pernyataan yang diunggah ke X, dikutip dari Reuters, Senin (20/7/2026).
Otoritas ICT sedang berkoordinasi dengan lemabga pemerintah terkait dan mitra teknis untuk menyelenggarakan penyelidikan forensik, guna merumuskan fakta-fakta terkait insiden, menurut pernyataan yang diungkap ke publik.
source on Google [Gambas:Video CNBC]