Viral Arti Warna Foto Profil Saat Terima WhatsApp Call, Ini Faktanya

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Jumat, 17/07/2026 17:45 WIB
Foto: dok WhatsApp

Jakarta, CNBC Indonesia - Anda pengguna WhatsApp mungkin kerap menemukan profil akun tanpa foto yang diwakili dengan sejumlah warna. Ternyata arti warna tersebut sempat dibicarakan warganet beberapa waktu lalu.

Mereka mencoba menjelaskan pengertian perbedaan warna pada tiap akun. Misalnya warna hijau mewakili orang yang tidak menyimpan nomor kontak.

Adapula hijau muda adalah akun pernah mengirimkan chat namun komunikasinya berkurang. Sementara biru disebut untuk pengguna yang pernah memblokir kontak sebelumnya dan merah bagi pengguna yang jarang chat.


Ternyata Meta AI punya jawaban yang berbeda. Menurut model AI, informasi itu hanya hoaks yang sering muncul di WhatsApp.

Warna yang muncul pada pengguna tanpa foto dipilih secara random. Fidak ada arti tertentu untuk menentukan warna dengan akun tersebut.

Di WhatsApp sendiri, terdapat 8 warna mulai dari biru, hijau toska, ungu, pink, oranye, kuning, merah, dan hijau daun.

Sejumlah warna lain juga muncul di WhatsApp terkait pada fitur. Sebagai contoh, lingkaran berwarna hijau pada kontak muncul karena akun tersebut mengunggah status namun belum dilihat oleh pengguna.

Jika status telah dilihat, maka lingkaran hijau itu akan berubah menjadi lingkaran abu-abu.

Pada tab Panggilan terdpaat titik hijau yang berarti panggilan tidak terjawab. Titik oranye untuk tab Komunitas berarti pengumuman baru dari admin.

Beberapa warna juga mewakili fitur pengiriman pesan. Centang satu abu-abu berarti HP penerima belum online dan pesan hanya terkirim ke server WhatsApp.

Centang dua berwarna abu-abu artinya pesan telah sampai, namun penerima belum membacanya.

Untuk dua centang biru diartikan sebagai pesan telah dibaca penerima. Namun warna ini bisa tidak muncul jika penerima pesan menonaktifkan Read receipts.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Riset Pasar Pakai AI, Bantu Bisnis Memenangkan "Hati'" Konsumen