HP China Tak Laku padahal Sudah Kasih Diskon, Pedagang Merana

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 16/07/2026 12:30 WIB
Foto: Suasana pedagang di ITC Kuningan di Jakarta, Selasa (2/6/2026). (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja penjualan HP China merosot tajam. Bahkan, selama periode 'pesta diskon' festival 618 yang berlangsung pada 26 Mei hingga 21 Juni 2026, penjualan turun 13% secara tahun-ke-tahun (YoY), berdasarkan datra dari firma riset Counterpoint.

Lesunya minat beli masyarakat disebabkan kenaikan biaya memori yang makin mahal, sehingga pabrikan HP mengurangi besaran diskon. Promosi yang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu langsung berdampak signfikan, dengan merek-merek besar China mencatat penurunan penjualan dua digit.


Honor menjadi merek dengan penurunan paling dalam, yakni 33% secara tahunan. Sementara itu, Xiaomi mencatat penurunan penjualan sebesar 24%.

Counterpoint menjelaskan, lonjakan harga memori seiring masifnya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) telah meningkatkan biaya produksi smartphone sepanjang tahun ini. Akibatnya, produsen memiliki ruang yang lebih sempit untuk memberikan potongan harga besar selama festival 618, yang selama ini menjadi indikator utama geliat industri e-commerce China.

"Beberapa model lama maupun baru dari merek smartphone China dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan model sejenis setahun sebelumnya. Sementara itu, diskon selama festival 618 tahun ini secara umum tidak seagresif tahun lalu, baik dari besaran potongan harga maupun jumlah produk yang mendapat promosi," ujar Senior Analyst Counterpoint Research, Ivan Lam, dikutip dari Reuters, beberapa saat lalu.

"Harga Apple secara umum tidak berubah, tetapi potongan harganya juga lebih kecil," imbuhnya.

Di tengah pelemahan pasar, Huawei menjadi satu-satunya produsen besar yang membukukan pertumbuhan penjualan. Perusahaan menguasai pangsa pasar sebesar 21% selama festival 618, dengan penjualan naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Model Huawei Enjoy 90 Pro Max menjadi perangkat terlaris perusahaan. Sementara itu, seri Mate 80 juga mencatat kinerja penjualan yang positif berkat dukungan berbagai program promosi.

Di sisi lain, penjualan Apple turun 9% secara tahunan. Meski demikian, raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut berhasil naik ke posisi kedua di pasar setelah meluncurkan berbagai insentif sekitar satu bulan sebelum puncak festival pada 18 Juni.

Apple menawarkan potongan harga hingga 2.000 yuan atau sekitar US$295 untuk seri iPhone 17 Pro melalui kombinasi penurunan harga resmi, subsidi dari platform e-commerce, serta program tukar tambah (trade-in).

Namun, penjualan Apple tetap lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Hal itu antara lain disebabkan promosi untuk seri iPhone 16 pada periode yang sama tahun lalu jauh lebih agresif.

Pengapalan HP China Turun di Q2 2026

Penurunan minat pembeli saat periode festival 618 juga tercermin dari laporan pengapalan HP di China yang anjlok selama periode kuartal-II (Q2) 2026. Counterpoint mencatat pengiriman HP global turun 11% YoY, dengan tiga pabrikan kawakan China (Xiaomi, Oppo, vivo) mencatat penurunan double-digit.

Khusus untuk di pasar China yang merupakan pasar HP terbesar di dunia, pengiriman HP turun 4,3% YoY di Q2 2026, menurut laporan IDC. Sepanjang periode tiga bulan yang berakhir pada Juni 2026, pengiriman HP China merosot menjadi 66 juta unit. Angka ini melanjutkan tren pelemahan industri HP China selama lima kuartal berturut-turut.

IDC mencatat krisis kelangkaan chip memori dan kenaikan biaya komponen lainnya sejak akhir Maret 2026 telah membuat pabrikan HP ramai-ramai menyesuaikan harga jual yang lebih mahal, sehingga berdampak pada lesunya permintaan.

Selain itu, dorongan dari subsidi pemerintah memudar, sehingga menghilangkan faktor penopang permintaan pada kuartal-kuartal sebelumnya. Kedua faktor tersebut terlihat jelas selama festival belanja "618", saat total penjualan HP di China turun hampir 15% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kendati demikian, Huawei dan Apple masih bisa mencatat pertumbuhan positif hingga dua-digit sepanjang Q2 2026. Huawei yang mantap menduduki posisi pertama di jejeran 'Top 10' merek HP dengan pangsa pasar terbesar di China selama Q2 2026, berhasil mencatat pertumbuhan 19,4% YoY.

Pangsa pasar Huawei tercatat sebesar 22,6% di Q2 2026, meningkat tajam dari sebelumnya 18,1% di Q2 2025, dikutip dari laman resmi IDC, Selasa (14/7/2026).

Selanjutnya, Apple di posisi kedua berhasil meraup pangsa pasar 18,1% atau meningkat 24,4% dibandingkan pangsa pasar 13,9% pada Q2 2025. Apple menjadi pabrikan HP yang tumbuh paling tajam di China.

"Huawei dan Apple mempertahankan harga mereka tetap stabil sementara para pesaing menaikkan harga. Hal itu memberikan alasan bagi pembeli yang ragu untuk tetap melakukan pembelian pada kuartal di mana sebagian besar pasar justru membuat mereka cenderung menunda keputusan," ujar Arthur Guo, Analis Riset untuk Client Devices Research di IDC China.

Di peringkat ketiga, Oppo mencatat penurunan 9,7% YoY. Secara berurutan merek-merek China lain juga anjlok. vivo turun 11,4%, Xiaomi turun 21,7%, Honor turun 9,5%.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Riset Pasar Pakai AI, Bantu Bisnis Memenangkan "Hati'" Konsumen