Pengguna HP Android Ternyata Tidak Boleh Dipaksa Pakai Google

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Rabu, 15/07/2026 17:10 WIB
Foto: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas persaingan usaha Swiss mulai menyelidiki Google setelah perusahaan tersebut menghapus fitur yang memungkinkan pengguna ponsel Android memilih mesin pencari atau search engine default dari penyedia lain saat pertama kali mengatur perangkat baru.

Komisi Persaingan Swiss (COMCO) mengumumkan telah membuka penyelidikan awal terhadap kebijakan Google tersebut. Menurut laporan Reuters, fitur yang dikenal sebagai Choice Screen sebelumnya memberi kebebasan kepada pengguna Android untuk menentukan mesin pencari default ketika pertama kali mengaktifkan perangkat.


Namun, COMCO menyatakan Google telah menghapus fitur tersebut khusus di Swiss, meski opsi itu masih tersedia di negara-negara lain di kawasan Eropa.

Akibatnya, mesin pencari Google otomatis menjadi pilihan bawaan bagi seluruh pengguna Android di Swiss tanpa diberikan alternatif untuk memilih layanan lain.

Google mengaku telah mengetahui penyelidikan tersebut dan siap bekerja sama dengan regulator.

"Kami mengetahui adanya penyelidikan ini. Kami berharap dapat bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas untuk menjawab pertanyaan mereka," kata juru bicara Google.

COMCO menilai pengaturan bawaan atau default settings memiliki peran yang sangat penting dalam pasar digital. Hilangnya opsi pemilihan mesin pencari dinilai mengurangi visibilitas layanan pencarian lain yang bersaing dengan Google saat pengguna melakukan pengaturan awal perangkat.

"Praktik baru Google ini dapat memengaruhi kemampuan penyedia mesin pencari dan, secara lebih luas, penyedia layanan digital lainnya untuk bersaing," kata COMCO.

Regulator juga menilai kebijakan tersebut menciptakan perlakuan yang tidak setara antara pengguna di Swiss dengan pengguna di Kawasan Ekonomi Eropa (European Economic Area/EEA), yang masih bisa memilih mesin pencari default saat mengaktifkan perangkat Android.

"Itu juga menciptakan perlakuan yang tidak setara antara pengguna Swiss dan pengguna di Kawasan Ekonomi Eropa," lanjut COMCO.

Melalui penyelidikan awal ini, COMCO akan menilai apakah kebijakan Google melanggar ketentuan persaingan usaha dalam Swiss Cartel Act atau Undang-Undang Kartel Swiss.

Berdasarkan data perusahaan analitik web Statcounter, Google masih mendominasi pasar mesin pencari di Swiss dengan pangsa pasar mencapai 82%.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Riset Pasar Pakai AI, Bantu Bisnis Memenangkan "Hati'" Konsumen