Banyak Orang Kaya Baru Bermunculan, Jet Pribadi Mendadak Laku Keras

Redaksi,  CNBC Indonesia
10 July 2026 15:15
Hasil Gemini AI membuat gambar Miliarder di Dalam Jet Pribadi. (Gemini AI)
Foto: Hasil Gemini AI membuat gambar Miliarder di Dalam Jet Pribadi. (Gemini AI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan startup-startup di sektor kecerdasan buatan (AI), ditambah IPO SpaceX milik Elon Musk yang mencetak rekor terbesar sepanjang masa, membawa berkah harta berlimpah bagi para investor teknologi. Banyak orang kaya yang mendadak makin tajir melintir gara-gara berhasil menangkap peluang.

Fenomena ini dinilai berkolerasi langsung dengan jumlah pembelian jet pribadi yang meningkat tajam. Bahkan, Amanda Applegate yang merupakan pengacara aviasi, harus membatalkan rencana liburannya pada bulan lalu untuk mengurus dokumen-dokumen terkait pembelian jet pribadi yang menumpuk.

Pengacara yang berbasis di Cleveland tersebut mengaitkan lonjakan aktivitas itu dengan sejumlah "peristiwa likuiditas" besar di industri teknologi. IPO SpaceX milik Elon Musk, yang juga membawahi perusahaan kecerdasan buatan xAI, berhasil menggalang dana sebesar US$85,7 miliar, sebuah rekor bagi perusahaan tersebut, sekaligus menciptakan kekayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi para karyawan dan pendirinya.

Perusahaan AI Anthropic dan OpenAI menjadi kandidat berikutnya untuk IPO berskala besar.

Para pemodal ventura, anggota dewan direksi, dan karyawan awal SpaceX serta perusahaan AI lainnya, bersama dengan para bankir yang mengawal rencana penawaran umum perdana (IPO), sedang mengalirkan kekayaan baru mereka ke sektor jet pribadi. Hal ini menjadikan industri jet pribadi sebagai penerima manfaat langsung dari lonjakan industri AI.

Reuters melaporkan bulan lalu bahwa perusahaan perjalanan mewah kian gencar menyasar para pengusaha teknologi, mencerminkan adanya ekspektasi bahwa sektor ini akan melahirkan kelompok miliarder baru.

"Menurut saya, jauh lebih banyak orang yang mampu melakukan perjalanan dengan jet pribadi, dan jumlahnya tampaknya terus bertambah setiap hari," ujar Applegate. Sejauh tahun ini, bisnis perusahaannya, Soar Aviation Law, yang menangani pembelian dan perjanjian terkait pesawat terbang, telah melonjak sebesar 25%.

Bagi banyak orang, penerbangan pribadi bermula dari program keanggotaan atau kepemilikan bersama sebelum akhirnya beralih ke kepemilikan jet pribadi secara penuh. Data dari perusahaan intelijen penerbangan Jetnet menunjukkan bahwa penerbangan melalui program kepemilikan bersama meningkat sebesar 11,8% secara global pada lima bulan pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Penerbangan yang dilakukan oleh pemilik jet pribadi meningkat sebesar 13,4%, yang mencerminkan tingginya permintaan seiring meningkatnya rasa frustrasi terhadap perjalanan komersial. Di Amerika Utara, pasar terbesar industri ini, peningkatan tersebut mengindikasikan dua hal.

Pertama, pemilik lama yang lebih sering terbang. Kedua, pembeli dari kelompok orang kaya baru yang mulai beralih menjadi pemilik pesawat.

Lonjakan belanja ini mencerminkan pola yang sudah lazim. Secara historis, peristiwa-peristiwa besar yang menghasilkan kekayaan, seperti lonjakan pasar saham, penawaran umum perdana (IPO), dan merger, berujung pada peningkatan permintaan akan layanan penerbangan pribadi. Menurut Jetnet, pengiriman jet bisnis meningkat sebesar 24% selama masa kejayaan dotcom.

Kali ini, antusiasme pasar bertepatan dengan kehebohan seputar SpaceX yang memiliki valuasi pasar sekitar US$2 triliun, serta harapan bahwa OpenAI dan Anthropic pada akhirnya akan menyusul dengan IPO berskala besar.

Flexjet, perusahaan penerbangan privat yang menawarkan layanan kepemilikan parsial jet, penyewaan, dan keanggotaan (yang memungkinkan pelanggan membayar di muka untuk jam terbang dan terbang sesuai permintaan), telah mengamati adanya perubahan.

"Kekayaan generasi pertama hasil usaha sendiri, seperti yang dimiliki oleh mereka yang akan mendapat keuntungan dari IPO perusahaan teknologi ini, menghasilkan basis pelanggan Flexjet yang lebih muda," ujar D.J. Hanlon, Wakil Presiden Eksekutif bidang Penjualan di Flexjet yang berbasis di Cleveland.

Bahkan sebelum pencatatan saham tersebut benar-benar terjadi, lonjakan valuasi di pasar privat membuat banyak investor menganggap keuntungan finansial di masa depan sebagai sesuatu yang kian pasti. Hal ini mendorong sebagian dari mereka untuk melakukan pembelian besar-besaran sebelum peristiwa likuiditas itu tiba.

"Dalam enam hingga sepuluh bulan terakhir, saya menemui beberapa orang yang terlibat dengan SpaceX yang memiliki dana melimpah dan sangat ingin segera membelanjakannya," ungkap seorang broker pesawat asal California yang meminta namanya dirahasiakan demi menjaga hubungan dengan klien.

Satu dekade lalu, klien dari sektor teknologi mencakup sekitar seperlima dari bisnisnya. Saat ini, mereka mewakili sekitar tiga perempatnya dan dengan cepat memborong persediaan pesawat mewah baru yang jumlahnya terbatas, ujar broker tersebut.

"Tahun lalu saya menjual pesawat yang hari ini bisa saya jual dengan harga 10% hingga 15% lebih tinggi," kata dia.

Jumlah kalangan sangat kaya diproyeksikan akan terus meningkat pesat hingga tahun 2028, menurut Jetnet, yang mencerminkan dampak langsung dari keuntungan besar akibat lonjakan AI. San Francisco, yang menjadi markas bagi Anthropic dan OpenAI, mencatat pertumbuhan tercepat dalam penerbangan jet bisnis di antara kota-kota besar AS, dengan lalu lintas penerbangan meningkat sekitar 11% dari tahun ke tahun hingga 14 Juni, menurut WINGX, sebuah perusahaan Jetnet.

Lalu lintas jet bisnis di dekat Brownsville, Texas, melonjak 177% menjadi 97 penerbangan selama periode IPO perusahaan tersebut, ungkap WINGX.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sudah Kaya Rp4.500 Triliun, Pendiri Google Menyesal Pensiun


Most Popular
Features