Raja HP Lama Mendadak Bangkit dari Kubur, Samsung-Apple Minggir Dulu
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar ponsel lipat (foldable phone) global tampaknya harus bersiap menghadapi peta persaingan baru. Di kala publik kerap tertuju pada dominasi Samsung dan rumor soal iPhone pertama milik Apple, sang mantan penguasa pasar HP era 2000-an justru dilaporkan perlahan bangkit dari kubur.
Motorola, vendor legendaris yang sempat merajai industri lewat ponsel ikonik RAZR V3, sempat meredup akibat gempuran era smartphone berlayar sentuh. Pabrikan yang kini berada di bawah naungan Lenovo tersebut mulai unjuk gigi kembali dan mengancam dominasi para raksasa.
Berdasarkan laporan terbaru dari lembaga riset International Data Corporation (IDC) pada Maret 2026, Motorola berhasil mencatatkan penetrasi yang impresif di pasar ponsel lipat. Tidak tanggung-tanggung, merek ini dilaporkan sukses mengantongi 50% pangsa pasar (market share) ponsel lipat di Amerika Serikat (AS). Angka ini sekaligus mengungguli Samsung dan Google yang notabene lebih dulu memperkokoh ekosistem foldable mereka di negara tersebut.
Tren positif ini tidak hanya terjadi di Negeri Paman Sam. Laporan IDC yang sama merinci bahwa Motorola sukses menguasai 55% pangsa pasar di kawasan Amerika Latin serta mengamankan 13% porsi pasar di Eropa. Secara agregat di pasar global, Motorola kini menggenggam sekitar 14% pangsa pasar HP lipat dunia, sebagaimana dikutip dari 9to5Google.
Amunisi Baru Melawan Apple dan Samsung
Meski mencatatkan kinerja moncer, jalan Motorola untuk mempertahankan takhta dipastikan tidak mudah. Tantangan besar sudah menanti, mulai dari Apple yang diisukan bakal merilis iPhone lipat pertamanya dalam waktu dekat, hingga kompetitor tangguh eksis seperti Samsung dan Honor.
Menanggapi ketatnya persaingan, Motorola kembali merilis amunisi terbarunya lewat seri premium Razr Fold pada Mei 2026. Berbeda dengan konsep clamshell konvensional, HP ini mengusung mekanisme lipat horizontal layaknya sebuah buku.
Razr Fold dibanderol seharga £1,799.99 atau setara Rp43 jutaan, menurut situs resminya di Inggris. HP lipat ini hadir dengan baterai jumbo berkapasitas 6.000mAh.
Di sektor fotografi, Razr Fold meraih penghargaan DXOMARK Gold atas kejernihan, performa cahaya rendah yang mumpuni, dan video yang smooth. Sensor unggulan dan AI cerdas menghadirkan kualitas kamera yang sebelumnya hanya dimiliki oleh smartphone unggulan tradisional.
Secara teknis, kamera utamanya mengandalkan sensor Sony LYTIA 828 berkualitas 50MP yang dinilai andal untuk menangkap gambar clear dengan detail yang kaya di berbagai kondisi cahaya. Kamera utama itu dipadankan dengan sensor berkualitas 50MP (ultrawide) dengan Macro Vision bidang lebar 122 derajat. Kemudian kamera depannya berkualitas 20MP.
(fab/fab) Add
source on Google