Mau Dipakai di India, Teknologi Kebanggaan RI Sudah Ada di Mana-mana
Jakarta, CNBC Indonesia - Sistem pembayaran QRIS yang dikembangkan Indonesia kian melanglang buana. Terbaru, pemerintah mengumumkan tengah menyelesaikan pembahasan agar QRIS nantinya bisa digunakan juga di India, melengkapi jaringan yang sudah tersebar luas di Asia dan menjadi acuan bagi negara lain.
QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard resmi diluncurkan Bank Indonesia pada 2019. Kini, sistem yang menyatukan seluruh kode pembayaran menjadi satu standar nasional itu telah berkembang menjadi infrastruktur keuangan lintas negara yang paling aktif di kawasan.
Dalam pertemuan bilateral baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR antara Indonesia dan India.
"Guna memperkuat kerja sama sektor keuangan, kami menyambut baik kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR antara Indonesia dan India," ujar Prabowo didampingi Perdana Menteri India Narendra Modi.
Jika rampung, India menjadi negara terbaru dengan populasi terbesar kedua di dunia yang menerima QRIS, membuka akses lebih luas bagi pelaku usaha dan wisatawan kedua negara.
Sudah Digunakan di Negara Apa Saja?
Berdasarkan data resmi Bank Indonesia dan laporan CNBC Indonesia, berikut daftar negara yang sudah terhubung sepenuhnya dengan QRIS:
- Thailand - Mulai beroperasi November 2022, terintegrasi dengan sistem PromptPay
- Malaysia - Resmi terhubung Mei 2023, terhubung dengan DuitNow QR
- Singapura - Terintegrasi November 2023, terhubung dengan SGQR/NETS QR
- Jepang - Mulai berlaku Agustus 2025, bekerja sama dengan JPQR Global
- Korea Selatan - Resmi terhubung April 2026, terintegrasi dengan Seoulpay
- China - Bisa digunakan mulai Mei 2026, terhubung dengan UnionPay QR
Selain itu, QRIS juga masuk dalam jaringan pembayaran regional yang mencakup Filipina, Vietnam, Laos, dan Brunei Darussalam untuk kebutuhan transaksi lintas batas di kawasan ASEAN.
Tak Hanya Digunakan, Bahkan Dicontek
Keunggulan QRIS terbukti tidak hanya memudahkan transaksi, tapi juga menjadi model yang ditiru. Bank Negara Malaysia misalnya, mulai Juli 2026 mengumumkan akan menghapus sistem QR tertutup milik masing-masing penyedia layanan demi menerapkan satu standar terpadu persis seperti konsep QRIS.
Singapura lebih dulu mengadopsi sistem serupa, sementara negara lain tengah mempelajari pola interoperabilitas ini. Di dalam negeri sendiri, QRIS telah digunakan oleh lebih dari 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif per pertengahan 2026.
Manfaat Teknologi QRIS:
- Tidak perlu tukar uang tunai: Konversi nilai tukar otomatis saat transaksi
- Satu kode untuk semua: Tak bingung dengan banyak logo pembayaran
- Lebih murah dan cepat: Biaya transfer lebih rendah dibanding cara konvensional
- Mempermudah wisata dan perdagangan
Dengan jangkauan yang terus meluas, QRIS bukan lagi sekadar alat bayar lokal, melainkan aset kebanggaan yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu pelopor sistem pembayaran digital modern di Asia.
(dem/dem) Add
source on Google