Harga smartphone di Indonesia naik akibat kelangkaan chip dan RAM, memicu penurunan penjualan HP ritel dan menekan pendapatan pedagang.
Karyawan toko memperlihatkan jenis smartphone di salah satu mal di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Pasar smartphone Indonesia memasuki 2026 dengan harga perangkat yang makin mahal imbas kelangkaan chip. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Para pedagang HP ritel di pusat-pusat perbelanjaan elektronik melaporkan adanya penurunan penjualan sepanjang tahun lalu. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Berdasarkan pengakuan pedagang di lapangan, penjualan ponsel secara keseluruhan pada 2025 tercatat menurun jika dibandingkan dengan capaian penjualan pada 2024. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Penurunan ini dirasakan cukup tajam, di mana tahun 2025 dianggap lebih berat bagi pelaku usaha dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdampak pada pendapatan yang makin ramping. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Tekanan terhadap pasar ritel ini tidak datang secara tiba-tiba di awal tahun baru. Para pedagang mengungkapkan bahwa harga ponsel sebenarnya sudah mulai merangkak naik sejak akhir tahun lalu. “Sejak tahun sebetulnya harga HP sudah mulai naik,” ungkapnya pedagang HP di Blok M Plaza. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Dirinya mengungkapkan fenomena ini terlihat pada berbagai merek besar seperti Oppo dan Vivo yang telah menaikkan harga jual produk mereka sebelum Desember. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Pedagang ponsel juga mengakui tidak memiliki pilihan selain mengikuti arus kenaikan harga tersebut. Kenaikan harga di tingkat ritel lokal ini merupakan dampak langsung dari gejolak rantai pasok dunia. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Melansir dari International Data Corporation (IDC) memperkirakan lonjakan harga smartphone tahun ini akibat kekurangan Random Access Memory (RAM) karena fokusnya pabrikan besar terhadap kecerdasan artifisial (AI). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)