Blibli Perkuat Talenta dengan AI, Siapkan Operasional Masa Depan

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
08 July 2026 10:50
Aktivitas Operasional Gudang Blibli
Foto: Dok: Blibli

Jakarta, CNBC Indonesia - Kecepatan kini menjadi standar baru dalam industri commerce, karena pelanggan mengharapkan pengalaman berbelanja yang semakin personal, proses transaksi yang mudah, serta pengiriman yang cepat. Di saat yang sama, perusahaan pun dituntut mampu mengolah data dalam jumlah besar dan mengambil keputusan secara real-time.

Perubahan ini tidak hanya mengubah cara bisnis beroperasi, tetapi juga mengubah cara manusia bekerja. Di tengah perubahan tersebut, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi fondasi baru untuk membantu tim bekerja lebih cepat, mengambil keputusan berbasis data dengan lebih percaya diri, dan menghadirkan inovasi secara lebih efektif.

Hal ini pun mendorong, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) mengintegrasikan AI ke seluruh ekosistem bisnisnya untuk memperkuat produktivitas dan kualitas operasional. Implementasi AI diterapkan di berbagai fungsi, mulai dari platform digital, jaringan toko fisik, pembayaran, hingga layanan logistik.

Dengan dukungan AI, tim dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk proses yang repetitif, sehingga memiliki lebih banyak ruang untuk berkolaborasi, berinovasi, dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan.

COO and Co-Founder Blibli, Lisa Widodo mengatakan, kecepatan kini menjadi standar baru dalam industri commerce. Pelanggan mengharapkan pengalaman berbelanja yang semakin personal, proses transaksi yang mudah, serta pengiriman yang cepat.

Di saat yang sama, perusahaan dituntut mampu mengolah data dalam jumlah besar dan mengambil keputusan secara real-time. Perubahan ini tidak hanya mengubah cara bisnis beroperasi, tetapi juga mengubah cara manusia bekerja.

"Di Blibli, kami memandang AI sebagai enabler yang memperkuat kapabilitas manusia, membantu tim kami mengolah data menjadi insight yang lebih cepat dan akurat sehingga mereka dapat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri dan bekerja lebih produktif. Dengan demikian, mereka dapat lebih fokus menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan. Bagi kami, nilai AI terletak pada bagaimana AI membantu mengoptimalkan kinerja talenta manusia," ungkap Lisa dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan AI di berbagai fungsi. Di sisi pelanggan, AI membantu menghadirkan rekomendasi produk yang lebih personal, meningkatkan akurasi pencarian, mengoptimalkan pengelolaan inventori, serta mendukung pengambilan keputusan operasional secara real-time agar pengalaman berbelanja menjadi semakin seamless.

Di balik layar, berbagai tim di Blibli memanfaatkan AI untuk meningkatkan kinerja operasional. Tim pemasaran menggunakannya untuk mengoptimalkan strategi berbasis data, sementara tim Customer Care memanfaatkan AI untuk mengakses product knowledge dan informasi yang relevan sehingga dapat memberikan respons lebih cepat, akurat, dan tetap personal.

Menurut Lisa dengan dukungan tersebut, tim dapat lebih fokus membangun interaksi yang personal sekaligus menyelesaikan kebutuhan pelanggan yang membutuhkan sentuhan manusia. Pemanfaatan AI turut diperluas untuk seller dan mitra bisnis, mulai dari pembuatan konten produk, pengelolaan katalog, perlindungan merek, hingga deteksi anomali harga untuk menjaga kualitas marketplace.

Di sektor logistik, Fulfillment at Speed (FAS), anak usaha Blibli yang menyediakan layanan fulfillment end-to-end, memanfaatkan AI untuk mengoptimalkan pengelolaan inventori, penempatan stok, rekomendasi kemasan, hingga rute pengiriman. Langkah ini membantu mempercepat proses pemenuhan pesanan sekaligus meningkatkan produktivitas dan akurasi operasional.

"Seluruh pemanfaatan AI tersebut dijalankan dengan prinsip responsible AI deployment. Aspek privasi data, keamanan informasi, akurasi model, dan pengelolaan risiko menjadi bagian penting dalam setiap implementasi teknologi guna menjaga kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis," kata dia.

Lisa menegaskan bahwa di era AI, keunggulan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kemampuan manusianya memanfaatkan teknologi tersebut.

"Pada akhirnya, teknologi hanya akan memberikan dampak ketika mampu meningkatkan kualitas manusia yang menggunakannya. Karena itu, fokus kami bukan sekadar mengadopsi AI, tetapi membangun organisasi dan karyawan yang terus belajar, beradaptasi, dan berkolaborasi lebih baik. Dengan cara itulah kami dapat menghadirkan operational excellence sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan, seller, maupun seluruh mitra dalam ekosistem Blibli," jelas dia.

Pendekatan ini menjadi salah satu fondasi Blibli dalam memperkuat efisiensi operasional seiring pertumbuhan bisnis. Pada kuartal I-2026, Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp7,8 triliun atau tumbuh 67% secara tahunan.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Blibli akan terus memperkuat kapabilitas AI dan layanan fulfillment terintegrasi untuk membangun operasional yang semakin adaptif, efisien, dan berorientasi pada pelanggan. 

(bul/bul) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Telkom Ungkap Jurus Bangun Ekosistem AI, Begini Strateginya


Most Popular
Features