Badai PHK Menggila di 2026, Ribuan Orang Dipecat Gara-Gara AI

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 07/07/2026 15:30 WIB
Foto: Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir dalam acara Cloud & AI Innovation Summit, di Jakarta, Selasa (25/11/2025). (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti)

Jakarta, CNBC Indonesia - Microsoft mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Sebanyak 4.800 orang atau sekitar 2,1 persen dari total pegawai Microsoft terkena PHK.

CNBC International melaporkan gelombang PHK tersebut adalah upaya Microsoft memangkas biaya di era teknologi AI.

Salah satu unit bisnis yang paling terdampak adalah Xbox, divisi Microsoft yang bergerak di industri game dan saingan utama Sony PlayStation. Sebanyak 1.600 posisi di Xbox dihapus, yang mencakup seperlima dari seluruh karyawan Xbox.


"Cara teknologi dibangun, dikerahkan, dan digunakan bertransformasi lebih cepat dibanding era mana pun," kata Amy Coleman, Chief People Officer Microsoft dalam pesan yang dikirim ke seluruh karyawan.

Xbox Series X dan Xbox Series S (Dok. Xbox) Foto: Xbox Series X dan Xbox Series S (Dok. Xbox)

CEO Xbox Asha Sharma menyatakan gelombang PHK di perusahaannya bakal terus berlanjut. Rencananya, Xbox akan merumahkan 3.200 orang dalam beberapa waktu ke depan.

"Saya tahu restrukturisasi dalam setahun ke depan akan menghadapi banyak tantangan. Sayangnya, tidak mungkin melakukan semua perubahan hanya dalam sehari," kata Sharma.

Saham Microsoft adalah saham teknologi raksasa dengan kinerja terburuk pada 2026. Sejak awal tahun, harga saham Microsoft sudah merosot 19 persen. Investor melepas saham Microsoft karena mencemaskan dampak AI terhadap software enterprise andalan perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates tersebut.

Unit bisnis lain Microsoft seperti layanan cloud dan LinkedIn, masih mampu tumbuh lebih cepat. Namun, tekanan muncul terhadap pendapatan perusahaan dari lisensi sistem operasi Windows dan perangkat komputer Surface.

Seiring dengan PHK massal di Xbox, Microsoft akan melepas empat studio game yang sebelumnya berada di bawah Xbox yaitu The Compulsion Games, Double Fine Productions, Ninja Theory, dan Undead Labs.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perkuat Konektivitas, Komdigi Bangun Jaringan-Lelang Frekuensi