Kiamat CD Akhirnya Tiba, Pabrik Ditutup Buat Bikin Teknologi Sen Mobil

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Selasa, 07/07/2026 11:10 WIB
Foto: Bisnis rental PlayStation (PS) di Jakarta masih menunjukkan eksistensinya yang kuat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sony dilaporkan bersiap untuk mengakhiri era game PlayStation berbasis cakram atau disc dan akan beralih sepenuhnya ke format digital. Langkah ini juga diikuti dengan transformasi besar pada fasilitas produksi cakram milik perusahaan di Austria.

Mengutip laporan ORF Salzburg, media regional Austria, manajemen Sony Digital Audio Disc Corporation (DADC) mengungkapkan perusahaan telah menggelontorkan investasi sebesar 30 juta euro atau sekitar Rp 624 miliar untuk mengubah pabrik cakram di Thalgau, Salzburg, menjadi fasilitas produksi lensa mikro optik (optical microlenses).

Perubahan tersebut sebenarnya sudah disiapkan sejak lama. Namun, manajemen baru memberi tahu para pekerja di pabrik Thalgau pada 1 Juli, bersamaan dengan pengumuman Sony bahwa PlayStation akan sepenuhnya beralih ke distribusi digital mulai Januari 2028, demikian dikutip dari Engadget, Selasa (7/7/2026).


Lensa mikro optik merupakan komponen yang berfungsi memanipulasi cahaya. Teknologi ini banyak digunakan pada sensor kamera, perangkat augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), jaringan serat optik, hingga perangkat medis.

Namun, aplikasi yang paling umum dari perangkat ini adalah pada lampu sen mobil. Cahaya yang bergerak ke kanan atau kiri pada lampu sen mobil memanfaatkan lensa mikro optik produksi Sony.

Saat ini, pabrik Thalgau memproduksi sekitar 600.000 cakram setiap hari. Sekitar separuh dari total produksi tersebut digunakan untuk game PlayStation.

CEO Sony DADC, Dietmar Tanzer, memperkirakan produksi cakram di fasilitas tersebut akan menyusut drastis hingga hanya sekitar 10% dari kapasitas saat ini pada 2028.

Sebagai informasi, fasilitas Thalgau bukan hanya pabrik pembuat cakram, tapi juga menjadi kantor pusat Sony DADC. Sebelumnya, Sony DADC juga memiliki fasilitas produksi massal di Terre Haute, Indiana, Amerika Serikat, yang memproduksi sekitar 23 miliar cakram sejak 1983 hingga ditutup pada 2022.

Sejak penutupan fasilitas tersebut hingga saat ini, perusahaan masih memproduksi tambahan sekitar 3,4 miliar cakram di fasilitas lainnya.

Tanzer mengatakan Sony berencana mempertahankan sekitar 300 karyawan yang saat ini bekerja di pabrik Thalgau.

Mereka akan mendapatkan pelatihan ulang untuk memproduksi lensa mikro optik dalam waktu dekat, karena Sony menargetkan produksi komponen tersebut dimulai pada tahun depan.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Urgensi Pemanfaatan Teknologi AI Demi Efisiensi & Produktivitas