Indosat Pertahankan CEO Vikram Sinha, Target EBITDA Dobel

Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 06/07/2026 17:30 WIB
Foto: Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha dalam Tech & Telco Forum 2024 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (5/7/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indosat Ooredoo Hutchison mengumumkan perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai CEO untuk 5 tahun ke depan. Perpanjangan ini akan diresmikan dalam RUPST perusahaan berikutnya.

Berdasarkan siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, keputusan Dewan Komisaris Indosat untuk mempertahankan Vikram diambil berdasarkan pada perkembangan perusahaan sejak merger pada 2022. Salah satu tugas yang diberikan kepada Vikram adalah menggandakan EBITDA perusahaan dan melanjutkan transformasi berbasis AI.

"Persetujuan Dewan Komisaris untuk memperpanjang masa jabatannya sebagai President Director and Chief Executive Officer selama 5 tahun ke depan mencerminkan keyakinan kami terhadap kepemimpinannya beserta jajaran manajemen dalam terus menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia," kata Presiden Komisaris Indosat, Nezar Patria.


Di luar bisnis konektivitas internet, Indosat terus memperluas transformasi menjadi AI TechCo dengan membangun mesin-mesin pertumbuhan baru di bidang sovereign AI, cloud, keamanan siber, dan digitalisasi perusahaan. 

Pada 2025, ISAT membukukan peningkatan 12,2% year on year (yoy) pada laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, laba ISAT tercatat sebesar Rp5,51 triliun. Angka ini naik dibandingkan laba 2024 sebesar Rp4,92 triliun.

Dari sisi top line, ISAT membukukan pendapatan sebesar Rp58,52 triliun sepanjang 2025. Pendapatan tersebut naik 1,18% yoy dibanding realisasi 2024 yang mencapai Rp55,86 triliun.

Divestasi fiber optik

Perseroan pekan lalu baru mengumumkan transaksi divestasi mayoritas kepemilikan saham di PT Infra Fiber Teknologi (IFT) kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT) senilai Rp11,71 triliun.

Nilai transaksi pelepasan saham tersebut telah efektif secara hukum pada 30 Juni 2026. Indosat bersama anak usahanya PT Aplikanusa Lintasarta menjual secara kumulatif 11.707.828 saham atau setara 84,9% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor IFT kepada NFT.

Selain transaksi penjualan saham, Indosat dan Lintasarta juga melakukan transaksi inbreng atas 2.083.223 saham atau setara 15,1% kepemilikan di IFT. Sebagai imbalannya, Indosat memperoleh 1.991.439 saham NFT atau setara 49,1% dari modal ditempatkan dan disetor NFT, sedangkan Lintasarta menerima 32.132 saham atau setara 0,8%.

Indosat juga mengungkapkan bahwa transaksi tersebut diikuti dengan penandatanganan Perjanjian Pemegang Saham antara Indosat, Lintasarta, NFT, dan PT Ainfrastruktur Indonesia Raya. Perjanjian tersebut ditandatangani pada 6 Mei 2026 dan mulai berlaku efektif setelah penyelesaian transaksi jual beli saham.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Spam & Scam Mengancam Era AI, Gimana Jurus Bangun Trust Digital?