Bos TikTok Shop-Tokopedia Bantah PHK, Sebut Rekrut 100 Karyawan Baru
Jakarta, CNBC Indonesia - Pihak TikTok Ship dan Tokopedia membantah adanya PHK di perusahaan, seperti yang santer dikabarkan pekan lalu. Ini disampaikan Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo usai bertemu dengan DPR dan Menteri Ketenagakerjaan.
"Tidak ada pemutus hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group," kata Stephanie, Senin (6/7/2026).
Dia menjelaskan yang terjadi adalah perusahaan tengah melakukan penataan tenaga kerja dan internal mobilty yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility.
Lebih lanjut, dia menambahkan ada sejumlah karyawan yang memilih untuk meninggalkan posisinya dan mengambil paket pesangon. Mereka memilih bekerja di tempat lain atau di lingkungan grup bisnis perusahaan.
"Dalam program penataan ini memang ada yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan memilih untuk bekerja di tempat lain atau disalurkan di lingkungan grup bisnis TikTok Tokopedia," ujarnya.
Bukan PHK, Stephanie juga mengatakan perusahaan melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia.
"Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia," ungkapnya.
Sebelumnya, PHK dikabarkan melanda Tokopedia dengan 90% total karyawannya. Narasumber CNBC Indonesia mengungkapkan lebih dari 450 karyawan di unit teknologi dalam gelombang PHK terakhir.
Dari 2.500 karyawan yang bekerja di Tokopedia sebelum diakuisisi TikTok dari GoTo, hanya 10 persen yang tersisa. Mereka yang tersisa bekerja untuk posisi bisnis, trust and safety, dan teknologi.
"Dulu sebelum diambil ByteDance, [karyawan teknologi] 1.100 [orang]. Dalam batch terakhir, tech 500-an [terkena PHK]. Sekarang tech sisa 35 orang," katanya.
(fab/fab) Add
source on Google