Internasional

Bank-Bank Sudah Siaga Hadapi Petaka, ATM dan M-Banking Bisa Tutup

Redaksi,  CNBC Indonesia
06 July 2026 18:05
Ilustrasi ATM (Image by Sebastian Ganso from Pixabay)
Foto: Ilustrasi ATM (Image by Sebastian Ganso from Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia perbankan global kini sedang dalam kondisi siaga. Ancaman baru yang dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru membuat para bankir waswas. Pasalnya, kecanggihan teknologi ini disebut-sebut bisa memaksa operasional ATM hingga layanan mobile banking (m-banking) ditutup sementara.

Setelah Hong Kong, kini giliran otoritas perbankan Jepang yang mengeluarkan peringatan keras terkait potensi "petaka" siber ini.

Asosiasi Perbankan Jepang mengungkapkan skenario terburuk di mana lembaga keuangan di Negeri Sakura tersebut terpaksa harus menonaktifkan infrastruktur krusial mereka secara mendadak. Langkah ekstrem ini berpotensi diambil demi melindungi dana nasabah dari serangan siber berskala masif.

Biang kerok dari kegaduhan ini adalah kehadiran model AI super canggih teranyar, salah satunya dinamakan Mythos besutan Anthropic. Teknologi mutakhir ini diketahui memiliki kemampuan mengerikan dalam mendeteksi celah keamanan (kerentanan) pada sistem perangkat lunak (software) dalam waktu sekejap.

Jika kemampuan ini jatuh ke tangan peretas (hacker), sistem keamanan perbankan seketat apa pun bisa jebol dalam hitungan detik.

"Ada kekhawatiran nyata mengenai lonjakan serangan siber tingkat tinggi yang jauh melampaui prediksi dan antisipasi kita selama ini," ujar Masahiko Kato, Ketua Asosiasi Perbankan Jepang sekaligus Presiden Mizuho Bank, seperti dikutip dari Reuters, beberapa saat lalu.

Kato menegaskan bahwa tindakan preventif yang agresif tidak lagi bisa dihindari jika situasi mendesak.

"Layanan tertentu seperti jaringan ATM bisa saja ditangguhkan secara proaktif. Ini murni langkah darurat demi memitigasi risiko dan melindungi aset para nasabah," tambahnya.

Kekhawatiran industri finansial ini bukan tanpa alasan. Saat meluncurkan model Mythos, Anthropic sendiri sudah mewanti-wanti bahwa produk AI terbarunya itu berhasil mengendus ribuan bug dan kelemahan sistem operasi serta peramban (browser) utama di seluruh dunia.

Pihak developer mengakui, apabila eksploitasi ini menyebar luas tanpa kontrol, dampak destruktifnya terhadap sistem keuangan global akan sangat parah.

Merespons alarm bahaya ini, sektor perbankan internasional mulai memperketat pengawasan dan membatasi penggunaan tools bertenaga AI di internal mereka.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) sempat memerintahkan Anthropic untuk memblokir akses model AI canggih tersebut bagi warga negara asing, dengan dalih menjaga stabilitas dan keamanan nasional. Namun, perintah tersebut kemudian dicabut dan akses kembali dibuka untuk organisasi tertentu.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Iran Dihantam Petaka Baru, ATM dan M-Banking Lumpuh Total


Most Popular
Features