Perusahaan Ogah Rekrut Karyawan Baru, Manusia Sudah Digantikan
Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan AI terus mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia. Salah satunya fenomena perusahaan yang jauh lebih banyak mencari talenta di sektor AI.
Saat ini, lebih banyak perusahaan yang mencari pekerjaan di bidang AI, ketimbang perekrutan manusia di sektor teknologi. Fenomena ini telah terjadi di India.
Perekrutan di bidang teknologi sudah kalah jauh dibandingkan sektor AI. Bahkan, pekerjaan teknologi mengalami kemunduran menurut laporan terbaru dari JobSpeak.
JobSpeak melakukan survei menggunakan portal lowongan kerja Naukri. Riset mengumpulkan daftar lowongan pekerjaan berdasarkan lebih dari 150 ribu perusahaan.
Hasilnya perekrutan AI meningkat 16% pada bulan Juni dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya pekerjaan bidang teknologi informasi secara keseluruhan menurun 3%.
"Perbedaan perekrutan AI dan IT secara keseluruhan penting karena menunjukkan perusahaan teknologi masih berinvestasi. AI menjadi area kemampuan inti, khususnya permintaan bergeser ke arah talenta yang lebih senior dan terspesialiasi," kata CEO Info Edge, pemilik Naukri, Hitesh Oberoi, dikutip dari Reuters, Senin (6/7/2026).
Laporan yang sama mengatakan lapangan kerja untuk bidang AI dan pembelajaran mesin mengalami peningkatan 25% untuk 14 sektor. Perekrutan pekerjaan terbesar tercatat pada sektor asuransi dan barang konsumsi.
Pergeseran permintaan pada AI juga telah diramalkan Tata Consultancy Services bulan lalu. Eksportir software itu memprediksi perekrutan untuk pekerjaan manusia akan mengalami perlambatan. Selain itu, perusahaan mengatakan jumlah karyawan manusia dan agen AI sebentar lagi akan seimbang.
Reuters sendiri mencatat industri teknologi India tengah di bawah tekanan. Klien dari industri senilai US$315 miliar itu menahan pengeluaran karena lingkungan makroekonomi yang lemah dan ancaman bisnis tradisional karena kemunculan AI.
source on Google [Gambas:Video CNBC]