Mantap! Platform Pembayaran Digital PingPay Hadir di Asia Tenggara

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Jumat, 03/07/2026 19:07 WIB
Foto: Dok PingPay

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan fintech global berbasis di Singapura, PAX GLOBAL GATEWAY PTE. LTD., resmi mengumumkan ekspansi platform pembayaran Web3 miliknya, PingPay, ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. PingPay merupakan platform pembayaran digital berbasis mobile yang dikembangkan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan transaksi digital di kawasan Asia Tenggara.

Perwakilan PAX GLOBAL GATEWAY mengatakan PingPay terus berkembang menjadi platform terintegrasi yang tidak hanya menyediakan layanan pembayaran, tetapi juga mendukung efisiensi bisnis dan aksesibilitas layanan keuangan.

"Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan transformasi digital berbasis mobile tercepat. PingPay berkembang melampaui solusi pembayaran menjadi platform terintegrasi yang memberikan efisiensi dan aksesibilitas bagi pengguna maupun merchant," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).


Platform ini menggabungkan sistem pembayaran berbasis QR dengan teknologi aset digital guna menghadirkan layanan pembayaran yang lebih inklusif dan mudah diakses. Melalui aplikasi PingPay, pengguna dapat melakukan transaksi dengan memindai kode QR untuk kebutuhan pembayaran online maupun offline.

Kehadiran platform ini diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan digital, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap infrastruktur keuangan konvensional. Tak hanya bagi pengguna, PingPay juga menawarkan berbagai kemudahan bagi merchant.

alt="" title="Dok PingPay" />


Dengan satu sistem QR terintegrasi, merchant dapat menerima pembayaran dari pengguna global. Selain itu, tersedia fitur penyelesaian transaksi otomatis dan pengelolaan aset digital yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional.

PAX GLOBAL GATEWAY juga mengembangkan dukungan keuangan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memanfaatkan data transaksi merchant. Fitur ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) memperoleh akses layanan keuangan yang lebih baik serta mendukung pengelolaan likuiditas usaha.

Perusahaan menilai Asia Tenggara sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan transformasi digital berbasis mobile tercepat di dunia. Karena itu, ekspansi dilakukan melalui penguatan jaringan merchant dan kemitraan lokal di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Melalui ekspansi ini, perusahaan menargetkan terciptanya ekosistem ekonomi digital yang menghubungkan layanan pembayaran, penyelesaian transaksi, data, dan layanan keuangan dalam satu infrastruktur terintegrasi.

 

 


(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trust Issue, Jadi PR Fintech Syariah Garap Pasar Muslim Digital