Teknologi AS Sudah Ditinggalkan, Ramai-Ramai Beralih ke Penggantinya

Redaksi,  CNBC Indonesia
03 July 2026 08:10
Bendera Uni Eropa dan Amerika Serikat
Foto: REUTERS/Francois Lenoir

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara-negara di Eropa mulai menggenjot upaya kedaulatan teknologi dan melepaskan diri dari ketergantungan terhadap Amerika Serikat (AS). Prioritas ini dituangkan melalui aturan baru bertajuk 'Cloud and AI Development' (CADA) beberapa saat lalu.

Melalui CADA, negara-negara Eropa berkomitmen untuk mengembangkan industri domestik. Teknologi dan chip buatan raksasa AS rencananya akan digantikan dengan teknologi dan chip buatan negara-negara Eropa.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Portugal baru saja meluncurkan model AI sumber terbuka (open-source) pertama pada Rabu (1/7) waktu setempat, dikutip dari Reuters, Kamis (2/7/2026).

Langkah ini menyusul inisiatif serupa di negara-negara Eropa lainnya, termasuk Prancis dan Jerman, di mana pemerintah mendukung perusahaan AI lokal seperti Mistral AI dan Aleph Alpha untuk menyediakan alternatif bagi model-model yang dikembangkan perusahaan AS, termasuk OpenAI, Google, dan Anthropic.

Alih-alih digunakan secara langsung oleh masyarakat umum, model dasar bahasa berskala besar (LLM) ini dirancang sebagai teknologi landasan yang dapat dimanfaatkan oleh lembaga publik, perusahaan, universitas, dan peneliti untuk membangun aplikasi berbasis AI yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Model asal Portugal yang diberi nama 'Amalia' tersebut dikembangkan oleh konsorsium universitas dan lembaga penelitian Portugal, dengan dukungan pemerintah serta dana pemulihan Uni Eropa sebesar 5,5 juta euro (Rp113 miliar).

"Otonomi strategis Eropa saat ini sangat bergantung pada AI. Model ini akan memungkinkan kita menghadapi dekade-dekade mendatang dengan kedaulatan yang lebih besar dan ketergantungan yang lebih minim [terhadap teknologi asing]," ujar Perdana Menteri Luis Montenegro dalam acara peluncuran tersebut.

Ia mengatakan Amalia akan membantu meingkatkan produktivitas di sektor swasta dan publik, termasuk perbankan, asuransi, serta telekomunikasi, sembari memastikan keamanan yang mumpuni.

"Kami akan terus berinvestasi secara besar-besaran untuk proyek ini," ujarnya.

LLM Amalia, beserta dataset pelatihan dan kode sumbernya, dirilis di bawah lisensi open-source. Penerapan awalnya mencakup pemandu virtual untuk museum-museum di Portugal, perangkat pendukung pengambilan keputusan bagi Angkatan Laut Portugal, asisten pengajar berbasis AI untuk perencanaan pembelajaran, serta asisten digital untuk membantu pemerintah dalam memberikan layanan publik kepada warga.

Amalia juga memanfaatkan investasi Portugal dalam komputasi berkinerja tinggi, termasuk akses ke superkomputer Deucalion dan MareNostrum 5, sehingga memiliki daya komputasi yang diperlukan untuk melatih dan menjalankan model AI berskala besar.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Amerika Ditendang, Banyak Negara Kena Dampaknya


Most Popular
Features